Beranda /Berita /Kategori

Beda Usia Tak Menghalangi Perkawinan Di Kecamatan Enggal Bandar Lampung

Perkara hati siapa yang bisa sungguh paham. Kalau sudah kepalang cinta, rasa-rasanya seluruh batasan akan dengan sendirinya meluruh, tidak peduli apa kata orang. Dan mungkin batasan umur pun bukan lagi jadi halangan bagi mereka yang sudah saling cinta, salah satunya bagi Muhtadi Maki usia 74 tahun dengan Risyana Desnita usia 34 tahun.
 
Pasangan ini mencatatkan perkawinan pada Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Enggal Kota Bandar Lampung dengan melangsungkan pencatatan perkawinan di rumah calon mempelai perempuan yang bertempat di  Jalan Ir. Juanda Nomor 21 Pahoman yang dipimpin oleh Kepala KUA Kecamatan Enggal Kota Bandar Lampung, Muhammad Luthfi, S.Ag dan bertindak sebagai wali nikah ayah kandung dari calon mempelai perempuan serta Maharnya emas 30 gram.
 
Pada kesempatan ini Lutfi menyatakan bahwa pernikahan beda umur yang begitu jauh adalah hal yang wajar.
“Mengenai pernikahan yang beda usia jauh itu sebenarnya wajar-wajar saja kalau dari perspektif psikologi. Beda usia disini mau sejauh atau sedekat apapun itu masih fine kok. ‘Kewajaran’ ini didasarkan pada pilihan yang mau diambil oleh kedua belah pihak, dengan dasar asumsi bahwa pernikahan adalah keputusan yang berhak diambil oleh siapa pun, dengan pertimbangan apa pun yang ditentukan oleh masing-masing individu. Sehingga, dalam memilih pasangan hidup setiap individu berhak untuk memilihnya sendiri.
 
Ia juga menjelaskan bahwa Dengan mengetahui perbedaan usia perkawinana ini, maka pernikahan yang melibatkan dua orang dengan jarak umur yang jauh seharusnya tidak dipandang sebelah mata. Asalkan, umur kedua belah pihak sudah berada di titik kematangan dari segi fisik dan emosi, serta pernikahan dikehendaki oleh kedua belah pihak dan sesungguhnya menikah dengan siapa pun tanpa melihat jauh umur yang terpaut sudahlah ‘wajar’, asalkan keduanya mengarah kepada kebahagiaan. Dan tentunya, perlu ada niat yang kuat untuk menjadikan momen perkawinan untuk terus berkembang dan memahami pasangan satu sama lain.
 
Ia juga berpesan pesan dalam khotbah nikah mengingatkan catin bahwa disyariatkan nikah adalah agar manusia mendapatkan ketenangan,kuncinya adalah tasyakkur, ta'aruf, ta'awun dan ta'abbud.(gie)

Tinggalkan Komentar