Rabu, 12 Juni 2013 –
Kemenag Lampung Timur Aktif Ta’lim

(Lampung Humas) Kementerian Agama merupakan instansi yang vertical mengurusi kegiatan keagamaan dari semua agama yang diakui di Indonesia dan pekerjaan lintas sektoral untuk kemajuan pembangunan. Untuk itu basic dari pegawai Kementerian Agama tidak hanya beragama Islam ada yang non Islam dan pendidikan formal pun dari berbagai jurusan ada yang bermula dari Pondok Pesantren, IAIN atau Sekolah Tinggi Agama Islam dan Perguruan Tinggi umum. Tetapi Kementerian Agama dituntut untuk bisa menjadi pegawai yang mempunyai nilai lebih yaitu berakhlak mulia atau dalam bekerja harus dapat mengedepankan logo yang terpampang bertuliskan iklas beramal.

Di Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur yang di pimpin oleh Bapak Drs. H. Budi Cipto Utomo memberikan kegiatan untuk mengisi kultum setelah shalat dzuhur berjama’ah. Kultum ini disampaikan oleh seluruh pegawai Kemenag Lampung Timur secara bergantian setiap hari Senin s.d Kamis yang materi penyampaian dibagi 2. Yaitu setiap hari Senin dan Kamis diisi materi tematik sesuai keinginan petugas. Dan yang kedua setiap hari Selasa dan Rabu diisi membaca tafsir al-Qur’an secara berkesinambungan tujuannya kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur untuk saling mengingatkan agar pegawai Kemenag Lamtim tidak lupa dengan kajian-kajian Islam yang dari kecil kita telah belajar. Kegiatan ta’lim ini bertempat di mushala al-Ikhlas Kankemenag Lampung Timur. Seperti yang disampaikan oleh salah satu pegawai Kemenag Kab. Lampung Timur Subbag TU urusan Informasi, Humas dan Umum Dori Supono dalam salah satu materi tematiknya Mendapatkan Makanan Halal bahwasanya didalam al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 172: “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah”.

Berdasarkan ayat ini bahwasanya orang-orang yang beriman diperintahkan untuk makan makanan yang halal. Imam Shaubani dalam kitab tafsir ahkamnya mengatakan: Makanan yang baik adalah makanan yang Allah halalkan atas-Nya dan makanan yang buruk adalah makanan yang diharamkan atas-Nya. Makanan yang halal adalah makanan yang memang sudah jelas dzat kehalalannya seperti, telur, ikan, daging sembelihan atas nama Allah, sayuran, buah-buahan dan lain-lain. Selanjutnya makanan yang didapat dengan cara yang baik. Hal inilah yang harus kita waspadai dan hati-hati karena kita terkadang lengah untuk memperhatikan darimana makanan ini didapat. Apakah dari kerja keras atau dari cara yang tidak baik. Manusia ini mempunyai rasa yang selalu tidak puas jadi kemungkinan besar selalu mencari nafkah untuk makan keluarganya selalu ingin dapat banyak. Bisa jadikan KKN untuk mencari nafkah tersebut. Untuk itu diakhir ayat Allah memerintahkan untuk bersyukur kepada Allah jika kita hanya menyembah kepada-Nya. Sesuai dengan firman Allah Swt surat Ibrahim ayat 7 yang berbunyi “dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

Allah pun mengingatkan makan makanan yang halal lagi baik (halalan thayiban). Atau makanan itu halal tapi harus juga mengandung kebaikan seperti ada unsure vitamin, karbohidrat, protein dan sebagainya yang dibutuhkkan oleh tubuh. Jadi dapat disimpulkan bahwa makanan yang halal adalah :1. Memakan makanan yang sudah jelas dzat kehalalannya,2. Mendapatkan makanan dengan cara yang baik. (dR/Rosidin)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.017920 detik
Diakses dari alamat : 10.1.7.64
Jumlah pengunjung: 392386
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.