Bandar Lampung (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Erwinto, menekankan pentingnya nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal sebagai perekat persatuan di tengah keberagaman masyarakat. Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber Sekolah Kerukunan dan Kebangsaan yang diselenggarakan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bandar Lampung, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan di Bumi Perkemahan Pramuka Kota Bandar Lampung, Rajabasa, tersebut merupakan bagian dari Kemah Kerukunan Pemuda Lintas Agama yang diikuti sekitar 300 pemuda dan pelajar dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Lampung.
Membawakan materi Nilai-Nilai Keagamaan dan Kearifan Lokal sebagai Pemersatu Bangsa, Erwinto menjelaskan bahwa perbedaan agama, suku, dan budaya merupakan kenyataan sosial yang harus dijaga melalui sikap saling menghormati, bukan dengan menuntut setiap orang memiliki pandangan yang sama.
“Persatuan tidak menuntut keseragaman; persatuan tumbuh dari rasa saling menghargai,” demikian salah satu pesan dalam materi Erwinto.
Ia mencontohkan falsafah masyarakat Lampung, yakni nemui nyimah yang mengajarkan keramahan dan keterbukaan serta sakai sambayan yang menekankan gotong royong dan saling membantu. Menurutnya, nilai-nilai tersebut sejalan dengan ajaran agama tentang kasih sayang, keadilan, toleransi, dan kepedulian terhadap sesama. Contohnya ialah kerja bakti, musyawarah, dan bantuan bagi warga terdampak musibah.
“Berbeda bukan alasan untuk berjarak. Beragam bukan penghalang untuk bekerja sama,” demikian pesan lain yang ditekankan dalam paparannya.
Erwinto juga menyoroti tantangan kerukunan akibat prasangka, intoleransi, hoaks, dan ujaran kebencian. Generasi muda didorong untuk tidak mudah terprovokasi, membiasakan dialog, serta memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.
Sekolah Kerukunan dan Kebangsaan turut menghadirkan narasumber dari FKUB, BPBD, Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemkot Bandar Lampung, Kesbangpol, Dinas Lingkungan Hidup, dan Polresta Bandar Lampung.
Para peserta mendapat pembekalan mengenai peran pemuda dalam menjaga kerukunan, kesiapsiagaan bencana, kreativitas, kebangsaan, kepedulian lingkungan, hingga keamanan dan ketertiban masyarakat. Beragam topik itu menempatkan kerukunan sebagai praktik hidup bersama, termasuk saat menghadapi bencana dan menjaga lingkungan.
Di luar sesi pembelajaran, kemah yang dibuka Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana pada Sabtu itu diisi penanaman pohon melalui program Green Policing, malam keakraban, dan pentas seni yang mempertemukan peserta lintas agama. Pada Minggu (25/10/2026), peserta dijadwalkan mengikuti senam kerukunan dan aksi Grebek Sungai untuk membersihkan lingkungan.