Kamis, 5 Oktober 2017, 09:46

Waldy : Ada 4 Hal yang harus disikapi Datangnya Tahun Baru Islam

Balam (Inmas) -- Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tanjung Karang Timur (TkT) Kota Bandar Lampung, H. Waldy Mahbuba, S.Ag., M.Sy, menjadi pemberi tausyiah pada Kuliah Tujuh Menit (Kultum) di Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung yang bertempat di Masjid Al-Amal.

Dalam kesempatan itu Waldy menyampaikan tausiyah tentang pentingnya muhasabah diri dalam mengisi pergantian tahun tersebut. Sebagai seorang muslim bagaimana kita bermuhasabah melakukan evaluasi diri. Muhasabah itu diawali dengan takwa dan diakhiri dengan takwa juga, ujarnya kepada seluruh jamaah Masjid Al-Amal.

Melalui muhasabah ini kata dia, akan dipaparkan bagaimana tantangan yang akan dan sedang dihadapi umat muslim di Indonesia saat ini. Tantangan tersebut adalah degradasi moral yang semakin luar biasa yang dilihat dari maraknya perbuatan zina, perjudian dan minuman keras serta narkoba. Degradasi moral juga terlihat dari semakin minimnya kepedulian terhadap orang miskin baik di lingkungan maupun sikap di ruang publik.

Dalam agama Islam, peringatan Tahun Baru merupakan momen yang tepat untuk melakukan evaluasi diri, mengintropeksi diri dengan semua apa apa yang telah perbuat dan bertujuan meningkatkan serta perbaikan diri. Semangat merayakan pergantian tahun baru bukan sekedar dengan mengelar pesta kembang api atau menghabiskan malam dengan pesta terompet. Namun pergantian tahun ini selayaknya memberikan kita semangat baru dalam membuat karya nyata dan prestasi hidup.

Perubahan ini bisa terjadi setiap jiwa umat islam mampu menghijrahkan seluruh kekuatannya (pemikiran dan tindakannya)bagi kemajuan dalam kehidupan secara pribadi. Perubahan yang dimulai dari rumah tangga dan dilanjutkan melalui lembaga pendidikan akan membawa dampak positif sejalan dengan perkembangan. semua itu harus dimulai dari sekarang sebagai menciptakan negerasi muda islami yang mampu melakukan perubahan perubahan dalam kehidupan. sebab sudah digariskan dalam Islam bahwa Allah SWT tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang akan mengubahnya.

Untuk menghindari hal- hal yang bersifat mubazir dan berlebihan, sikap dan pandangan berikut perlu di kedepankan dan dilakukan oleh setiap pribadi muslim dalam menyikapi datangnya tahun baru. Diantaranya:

Pertama, mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat dan karunia-Nya.Firman Allah : Maka ingatlah kalian padaku (Allah) maka aku akan ingat kepada kalian dan bersyukurlah kalian kepadaku dan janganlah kufur kepadaku ( QS. Albaqorah:152)

Kedua, Muhasabah (intropeksi diri). Hal ini Penting dilakuakan untuk mengetahui seberapa besar peran dan fungsi kita sebagai khalifah tullah fil ardh. Intropeksi diri atau Musahabah adalah kewajiban yang sangat penting dilakukan. Ia adalah kunci kemuliaan dan kebersihan diri seorang muslim. Firman Allah : Hendaklah setiap diri memperhatikan (melakukan intropesi) tentang apa apa yang telah di perbuatnya untuk menghadapi hari esok alam akhirat) (Qs,59 AlHasyr 59 :18)

Ketiga,Muatabah (membersihkan diri). Kadang kita tidak sadar sering mengkritik kekurangan dan kesalahan dirinya sendiri. Sikap ini penting dilakukan oleh setiap pribadi muslim agar senantiasa menyadiri bahwa dirinya adalah makhluk yang serba terbatas, yang bahwa dirinya adalah makhluk yang terbatas , yang tidak luput dari salah dan khilaf.

Keempat, Murokoboah (Supervisi/pengawasaan). Sebagai seorang muslim kita patut melakukan pengawasan apakah ibadah dan kebaikan yang telah dilaksanakan dari sisi lahiriyah, perlu dikaji ulang , apakah pelaksanakan ibadah itu karena menjalan perintah dan mengharapkan keridhoan Allah atau ada motif lain.

Kelima, Mujahadah ( berjuang dan berusaha ) keras melakukan perubahan dan meningkatkan kualitas diri dengan membuat program hidup dan sungguh sungguh. Orang Orang bersungguh sungguh pada jalan Allah, Termaksuk untuk meniungkatkan kualitas diri akan ditunjukan Allah jalan untuk mendapatkan keridhoan Nya. Allah SWT berfirman, Dan Orang orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) kami, benar-benar akan kami tunjukan kepada mereka jalan jalan kami. Dan sesengguhnya Allah benar benar beserta orang orang yang berbuat baik (QS 29 :69)

Sebagai bagsa, kita juga harus terus mereformasi diri agar optimise senantiasa ada dan terpelihara dalam menghadapi berbagai cobaan dan permasalahannya yang di hadapi. Melalui sikap demikian diharapkan bagsa Indonesia, terutama umat islam dapat menatap masa depan dengan lebih baik, serta mampu menyadari segala kekurangan dan kelemahannya untuk kemudian beranai dan mau memperbaikinya.

Dengan kesadaran demikian In syaa Allah nikmat dan karunia-Nya tidak akan terputus, bahkan akan bertambah sebagaimana yang Allah janjikan dalam Al Quran Qs Ibrahim 7 : jika kalian bersyukur niscaya kami akan menambah (nikmat kami ) dan jika kalian mengkufurinya sungguh azab-ku sangat pedih (QS.Ibrahim:7). (gie/ijal)

Berita Lainnya
Selasa, 17 Oktober 2017, 14:08

Seksi Penmad Gelar Rapat Persiapan UNBK

Selasa, 17 Oktober 2017, 13:51

Kusno : Muslim dilarang mencela waktu dan masa

Selasa, 17 Oktober 2017, 13:38

Kakankemenag Balam Hadiri Pisah Sambut Kepala Kemenag Lamteng

Selasa, 17 Oktober 2017, 13:24

Kemenag Lampung Timur Sambut Penetapan Lampung Timur Sebagai Daerah Layak Anak

Selasa, 17 Oktober 2017, 10:26

KKRA Kab. Lampung Tengah Gelar Kurtilas