Selasa, 10 Oktober 2017, 10:44

Pembelajaran Berdemokrasi, MAN 2 Bandar Lampung Adakan MAO V

Balam (Inmas) -- Pada hari Rabu (27/9) kemarin, Pengurus Majelis Perwakilan Kelas (MPK) MAN 2 Bandar Lampung menyelenggarakan suatu kegiatan berupa pembelajaran berdemokrasi. Kegiatan yang dimaksud adalah Musyawarah Anggota Osis (MAO) Ke-5. Kegiatan MAO V ini bertujuan untuk memilih calon Ketua Osis periode 2017/2018. Pengurus Osis MAN 2 Bandar Lampung periode 2016/2017 sudah berakhir masa tugasnya (Demisioner) sehingga sangat perlu untuk diadakan pemilihan calon Ketua Osis yang baru.

Bertindak sebagai pimpinan sidang pada Musyawarah Anggota Osis V ini yaitu Annash Tasya Amanda (Ketua MPK) didampingi oleh Suirat dan M. Alhadi Bimo Suseno sebagai anggota. Musyawarah Anggota Osis Ke-5 ini berlangsung dari pukul 08.00 s.d. 17.00 WIB, dengan agenda acara sebagai berikut: Upacara Pembukaan (pkl. 08.00-08.30), Sidang Pleno I (pkl. 08.30-09.10), Sidang Pleno II (09.20-11.30), Ishoma (11.30-13.00), Sidang Pleno III (13.00-15.30), Sidang Pleno IV (15.45-16.00), dan Acara Penutup (16.00-17.00).

Adapun sebagai peserta sidang MAO V ini adalah Pengurus Osis, Pengurus Kelas (3 orang), dan Perwakilan Pengurus Ekskul (masing-masing 1 orang) sesuai dengan Bab II tentang peserta MAO dalam Tata Tertib Musyawarah Anggota Osis V. Setiap peserta sidang MAO V mempunyai 1 (satu) hak suara sesuai dengan Bab IV tentang Hak dan Kewajiban Peserta Sidang. Ini suatu cara pembelajaran tentang berdemokrasi yang coba kita tuangkan dalam bentuk Musyawarah Anggota Osis, ujar Padli Arsyad, M.Pd, Pembina Osis MAN 2 Bandar Lampung. (Aput/sry)

Berita Lainnya
Selasa, 5 Juni 2018, 14:03

Almadi Pimpin Rapat Kenaikan Kelas Tahun Pelajaran 2017/2018

Selasa, 5 Juni 2018, 13:57

Kepala MAN 1 Tanggamus : Target 7 Kelas Tahun Ajaran 2018/2019

Senin, 28 Mei 2018, 10:41

PUASA TIDAK MENGHALANGI KINERJA GURU MAN 1 METRO

Senin, 28 Mei 2018, 08:53

PELAKSANAAN PAS DI MAN 1 METRO BERJALAN TERTIB

Sabtu, 26 Mei 2018, 07:36

Kepala MAN 1 Pringsewu Ingatkan Puasa Tidak Boleh Kurangi Kualitas Pekerjaan