Selasa, 13 Februari 2018, 11:42

Kanwil Kemenag gandeng BI Berdayakan Wakaf di Lampung.

Lampung Inmas---Istilah wakaf mungkin belum begitu familiar disebagian masyarakat, pemahaman masyarakat tentang wakaf diartikulasikan sebagai bentuk benda yang sifatnya tidak bergerak seperti sebidang tanah, sebuah bangunan dan benda lain yang nilai manfaatnya diperuntukan untuk kepentingan sosial masyarakat. Dalam praktiknya, di atas tanah wakaf biasanya akan diikuti oleh dengan didirikannya sebuah bangunan yang peruntukannya hanya sebatas rumah ibadah seperti masjid, kuburan atau lembaga pendidikan , terdapat penafsiran dalam masyarakat bahwa tanah atau barang yang diwakafkan tidak boleh diperjualbelikan untuk menjaga kekekalaan manfaat bagi si pemberi wakaf (wakif).Wakaf mempunyai potensi dan kekuatan besar untuk dapat meningkatkan kesejahteraan umat disamping itu juga wakaf merupakan tugas Kementerian Agama yang secara struktural ada pada bidang Penais Zawa walaupun ada badan yang mengurus wakaf ( BWI), maka dari itu saya bersilaturahmi dengan Pimpinan Bank Indonesia cabang Lampung Budi Harto Setiawan, MSc guna membicarakan tentang pemberdayaan wakaf produktif dan wakaf tunai pada hari ini selasa 19/2-18 . ujar Ka kanwil Kementerian Agama Lampung Drs. Suhaili, MAg,

Kunjungan silaturahmi yang didampingi Kepala Bidanng Penais Zawa H. Wasril Purnawan MSi mengatakan, perkembangan wakaf saat ini sangat lamban, sebagian orang masih memiliki mindset yang keliru, kurang faham bahwa wakaf bisa diberdayakan sebagai wakaf produktif memiliki nilai ekonomi, kanwil Kementerian Agama Lampung memiliki berbagai program untuk pemberdayaan wakaf , diantaranya telah dilaksanakan sosialisasi Wakaf tunai bagi penghulu dengan menggandeng BSM yang baru digagas tahun 2017, selain itu juga kita melaksanakan sosialisasi melalui khutbah khutbah jum'at, serta pendataan wakaf. dari hasil pendataan tersebut masih banyaknya wakaf yang tidak bergerak serta kurang tepat pemamnfaatnya. Wakaf ini akan kita rintis menjadi maksimal, misalnya untuk mendatangkan nilai ekonamis kita bisa bangun pabrik air mineral seperti di kabupaten Pesawaran dimana lokasi tersebut tepat , tentunya dengan bekerjasama pemilik lokasi namum perlunya dukungan dari Bank Indonesia untuk pengembangannya .

Sementara itu Pimpinan Bank BI cab. Lampung menyambut baik atas program Kementerian Agama , dan mengatakan bahwa BI juga concern terhadap peningkatan keislaman karena BI tidak hanya semata bank konvensional namun juga bank Syar'i berbagai kegitan telah dilakukan dalam peningkatan wakaf baik skala provinsi maupun Nasional . untuk wakaf produktif kita harus menanamkan kepercayaan masyarakat pengelolan harus badan resmi . untuk kerjasama akan dibahas lagi dan tentunya tidak hanya sekali pertemuan ujar Budi ( Istn)

Berita Lainnya
Rabu, 16 Mei 2018, 10:43

Ka. Kanwil : Tebarkan Kedamaian, Jangan Paksakan Hati Nurani

Selasa, 15 Mei 2018, 22:42

Hasil Pemantauan BHR, Hilal tidak terlihat di POB Bukit Glumpai

Senin, 7 Mei 2018, 15:06

Pertama Di Lampung, “Halal Fair 2018” di Gelar Kemenag Kota Bandar Lampung

Senin, 7 Mei 2018, 13:28

Halal Fair Kota Bandar Lampung Resmi Dibuka

Jumat, 4 Mei 2018, 16:52

Di hadapan Petugas Humas Kemenag se Provinsi Lampung, ini pesan Ka.kanwil