Senin, 16 April 2018, 15:00

Isra’ Mi’raj, Tasliyah Bagi Rosulullah Usai Alami Penderitaan

Lampung Inmas, Isra dan Mikraj merupakan dua peristiwa yang berbeda. Dalam Isra, Nabi Muhammad "diberangkatkan" oleh Allah SWT dari Masjidil Haram hingga Masjidil Aqsa. Lalu dalam Mi'raj Nabi Muhammad dinaikkan ke langit sampai ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi. Hal ini di sampaikan oleh ustadz Fito Purnomo LC, MA saat menyampaikan tausiah pada acara peringatan Isra Miraj 1439 di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung.

Dikatakan ustadz Fito Isra Miraj merupakan fenomena spriritual terhebat yang pernah terjadi di alam semesta ini. Isra' dan Mi'raj Isra sejatinya adalah hadiah Allah setelah Rosululullah mengalami penderitaan yang begitu berat dalam dakwah. Allah ingin memberikan spirit dengan menunjukkan kepadanya bahwa dia adalah makhluk terbaik, makhluk pilihan Allah untuk menjadi utusan Allah di muka bumi, Terangnya. Bagaimana tidak ketika dakwahnya di Makkah tidak diterima oleh masyarakat Qurais, Istri dan pamannya meninggal dunia, kemudian saat hijrah dan berdakwah ke thaif pun beliau mengalami penghinaan yang luar biasa bahkan di lempari batu. Setelah cobaan datang silih berganti ini Allah memberinya tasliyah (hiburan) dengan isra miraj ini, Tambahnya.

Sementara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung Drs. H. Suhaili, M.Ag dalam sambutannya mengatakan sholat adalah kewajiban yang tidak bisa ditawar bahkan sakitpun tetap mempunyai kewajiban sholat. Peringatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan keimanan kepada Allah SWT. Mendorong kita untuk berbuat lebih baik, meskipun terkadang sholat kita tidak sempurna baik dari bacaan maupun waktu pelaksanaan. Banyak yang rajin ibadah tp perilaku tidak berubah. Itu tandanya sholatnya belum benar, tegas Suhaili.

Disamping peristiwa sebelum Isra Miraj menurut ustad Fito selain perintah sholat ada hal lain yang harus menjadi perhatian umat Islam yaitu peristiwa sesudahnya. Dimana usai Isra Miraj Nabi Muhammad hadir menjadi sosok yang lebih kuat dan percaya diri. Bagaimana beliau menyampaikan perjalanannya dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga ke Sidratul Muntaha yang bagi sebagian orang ini adalah sesuatu yang mustahil. Namun bagi orang yang beriman apa yang mustahil jika Allah menghendaki. 10 bulan setelah peristiwa Isra Miraj Rosulullah hijrah ke Madinah dan membentuk sebuah Negara. Dari sinilah Kejayaan Dakwah Islam mulai berkembang. Bagaimana Rosulullah mengajarkan bagaiman mempertahankan Islam dengan barisan tentara yang kuat, membentuk sistem pemerintahan yang baik yang bisa diterima oleh semua penduduk madinah yang majemuk dari sisi suku dan agama. Dan di Madinah inilah muncul formulasi baru bagaimana agaimana cara mengumpulkan umat untuk sholat. Berbagai macam usulan sahabat mulai dari peniupan terompet, pembunyian bel dan lai-lain yang di tolak oleh Rosul karena menyerupai orang Yahudi dan Nasrani. Hingga akhirnya ada yang mengusulkan memukul kentongan ketika waktu sholat tiba dan Rosulullah menyetujui sampai kemudian ada seorang sahabat yang mengusulkan azan sebagai panggilan sholat yang kita gunakan hingga saat ini. (Alifah)

Berita Lainnya
Kamis, 13 Desember 2018, 12:12

Kementerian Agama Kota Bandar Lampung Ikuti Lomba Kesrak PKK-KB-Kesehatan Tingkat Propinsi Lampung

Kamis, 13 Desember 2018, 08:50

Rapat Persiapan Lomba Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI)

Rabu, 12 Desember 2018, 10:29

HUT Ke - 3 AMBALAN PRAMUKA MAN 1 PESAWARAN

Selasa, 11 Desember 2018, 17:11

Tingkatkan disiplin dan Kwalitas ASN dengan Manajemen Waktu

Selasa, 11 Desember 2018, 15:00

Edisi Kultum Sholat Zuhur , Ini yang disampaikan