Senin, 14 Mei 2018, 16:39

Tari Nusantara MA Ma'arif NU 5 Sekampung Hipnotis Penonton KSM Lampung Timur 2018

Lampung Timur (Inmas) --- Memasuki pergantian waktu dari pagi ke siang, semangat anak-anak usia remaja itu justru semakin memancar dari raut muka mereka. Senyum sumringah juga mengiringi pancaran itu. Ya, pagi itu adalah acara pembukaan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2018 tingkat Kabupaten Lampung Timur, Sabtu (12/5/18).

Mereka begitu semangat menyambut pekan yang menegangkan. Sebab, mereka harus menunjukkan potensi terbaik untuk menjadi yang terbaik di antara anak-anak madrasah se-Kabupaten Lampung Timur.

Arah jarum jam tangan sudah menunjukkan pukul 08.30 Waktu Indonesia Barat. Master of Ceremony mulai membacakan satu persatu rentetan acara. Mulai dari pembukaan, pembacaan Ummul Kitab yang istimewa itu, dan menyanyikan lagu wajib Indonesia Raya serta Mars dan Hymne Madrasah. hingga sambutan Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Lampung Drs. Hi. Juanda Naim, M.H untuk membuka KSM tingkat kabupaten Lampung Timur Tahun 2018 secara resmi.

Tapi, setelah acara berjalan sekitar 3 jam, sebuah tarian kolosal tiba-tiba menyentak dan menghipnotis lebih dari 5 ratus pasang mata. Di tribun, di panggung, maupun di lapangan. Mereka berduyun-duyun merapat ke arena untuk melihat langsung tarian mengagumkan yang disebut dengan Tari Nusantara itu.

Tak sedikit para hadirin yang geleng-geleng kepala seakan tak percaya indahnya tarian yang diikuti 45 siswa Madrasah dari MA Maarif NU 5 Sekampung, itu. Tarian di bawah tangan Koreografer Sarifudin atau yang lebih dikenal sebagai Sarif, Bj itu pun sukses membius hadirin.

Mulanya, siswa yang tergabung di sanggar tari KHASYARAKA (KH. Hasyim Asyarie dan RA. Kartini) MA Maarif NU 5 Sekampung berkumpul di belakang panggung.

Beberapa saat setelah tarian itu diumumkan, mereka langsung berdiri berjajar membentuk barisan. Sejurus kemudian, mereka langsung berlarian secara teratur menuju atas panggung. Lalu, di tengah panggung mereka membentuk formasi sembari menampilkan tarian dengan variasi yang berbeda-beda. Perbedaan variasi ini membuat tarian yang berlangsung sekitar 20 menit itu tampak lebih indah.

Tarian pun bervariasi, mulai dari tari Gending Sriwijaya (Palembang, Sumatra Selatan), tari Melinting (Lampung Timur, Lampung), tari Jaipong (Karawang, Jawa Barat), tari Giring-Giring (Kalimantan Tengah), Tari Manuk Dadali (Jawa Barat), Tari Asmaradana (Pulau Bali), dan Tari Dinding Badinding (Padang, Sumatra Barat). Selain itu ada yang cukup dengan menggerakkan tangan. Ada yang dengan melenggak-lenggokkan tubuh. Ada juga yang sembari menggerak-gerakkan tangan sambal setengah jongkok, dan ada yang duduk.Tak ayal, perpaduan-perpaduan ini membuat pemandangan tarian yang begitu memesona, menghipnotis mata yang memandang.

"Harapan kita, semua anak Indonesia benar-benar mencintai madrasah, bahkan mulai sejak MI, MTs, hingga MA. Sehingga siswa membuktikan bahwa kita bangga sebagai siswa madrasah, sekaligus berprestasi sebagai siswa madrasah.

(Hasbu/Sarif, Bj/ijal)

Berita Lainnya
Rabu, 23 Mei 2018, 15:55

SAFARI RAMADHAN KEPALA KANKEMENAG BERSAMA PEMKAB LAMPUNG UTARA

Rabu, 23 Mei 2018, 15:54

MAKMUR HADIRI SOSIALISASI TAHAPAN KAMPANYE PILGUB DAN PILBUB PANWASLU

Rabu, 23 Mei 2018, 15:52

KANWIL KEMENAG PROVINSI LAMPUNG MONITORING BOS DAN BOP DI KABUPATEN LAMPUNG UTARA

Rabu, 23 Mei 2018, 15:51

KABID PENMAD KANWIL KEMENAG PROVINSI LAMPUNG TINJAU MADRASAH YANG DI LAMPUNG UTARA

Rabu, 23 Mei 2018, 15:06

Penyuluh Agama harus Mampu merangkul Masyarakat Binaan