Rabu, 16 Mei 2018, 13:44

Kepala Kemenag Balam "Takmir sebagai Pelayan Jamaah Bukan Penguasa Masjid"

Balam (Inmas) -- Takmir Masjid adalah sekumpulan orang yang mempunyai kwajiban memakmurkan masjid. Takmir masjid sebenarnya telah bermakna kepengurusan masjid, namun tidak salah bila kita menyebut Pengurus Takmir Masjid. Firman Allah : Sesungguhnya orang-orang yang memakmurkan masjid Allah ialahorang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, menegakkan shalat, mengeluarkan zakat dan tidak takut kecuali hanya kepada Allah. Karena itu semoga mereka termasuk orang-orang yang mendapat hidayah. (QS. At-Taubah : 18).

Demikian ini disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Drs. H. Seraden, M.H, dalam arahannya dan sambutannya saat Pengukuhan Pengurus Masjid Al-Amal di Lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung Periode 2018-2021, kemari, di Masjid tersebut.

Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa Keberadaan Takmir masjid akan sangat menentukan di dalam membawa jamaahnya kepada kehidupan yang lebih baik. Berfungsinya masjid sebagai tempat ibadah dan pusat pembinaan ummat sangat ditentukan oleh kreatifitas dan keihlasan takmir masjid dalam memenuhi amanahnya. Siapapun yang telah dipercaya memegang amanah ini haruslah berani mempertanggung-jawabkan seluruh hasil karyanya, baik dihadapan Allah maupun dihadapan jamaahnya sendiri.

Kemajuan masyarakat karena keimannnya yang mantap disertai amal sholeh (karya positif yang dihasilkan) akan banyak dipengaruhi oleh kreatifitas takmir masjid dalam mengelola kegiatan sebagaimana telah tersebut di atas. Oleh karena itu tanggung jawab takmir masjid di sini dapat dikatakan amat berat namun sangatlah mulia. Takmir masjid harus senantiasa mendekatkan diri kepada Allah, menjauhi sifat-sifat takabur dan riya. Tidak pernah membaggakan diri dan besar kepala karena aktifitas dan kegiatannya yang semarak. Takmir masjid harus rela berkorban demi kemaslahatan jamaahnya. Apabila takmir masjid dapat berhasil di dalam pengelolaan masjidnya.

Dijelaskannya juga bahwa Sebagai salah satu ikhtiar dalam memakmurkan masjid, peran serta fungsi seorang takmir domain akan lebih menentukan. Fungsi takmir tak ubahnya seperti pelayan para jamaah masjid dan bukan penguasa masjid.

Kenapa Takmir sebagai Pelayan Jamaah Bukan Penguasa Masjid? Karena pelayan itu munculkan rasa tanggung jawab, utamakan kewajiban dan bukan hak. Tanggung jawab dorong untuk lakukan kegiatan apapun demi makmurnya masjid. Sedangkan jika jadi penguasa, bisa jadi masjid hanya bermegah-megahan. Tak beda dengan banyak masjid dimana-mana. Penguasa dimanapun juga dilayani, bukan melayani. Penguasa kelola masjid dengan serba perintah. Di samping penguasa biasanya cuma hargai imam atau khatib.

Tapi tidak bagi marbot yang bersih-bersih WC dan tempat wudhu. Banyak masjid yang sudah perankan diri sebagai pelayan. Namun, berapa yang sungguh-sungguh jadi pelayan masjid? Jika belum manjadda, mustahil lahir passion dan tak akan ada istilah 'gue banget' mengelola masjid. Pelayan masjid tahu betul mana jamaah miskin dan kaya. Pelayan masjid akan bantu kesulitan jamaah miskin. Sedang penguasa masjid berpikir lebih hebat ganti kubah masjid daripada bantu kesulitan jamaahnya yang miskin. Pelayan masjid bukan hanya terima, malah cari masukan agar masjid jadi dicintai warga.(gie/sry)

Berita Lainnya
Kamis, 16 Agustus 2018, 15:33

Kemerihan Hut Ri Ke-73 Di Man 1 Pesawaran

Kamis, 16 Agustus 2018, 11:32

Rapat Persiapan Manasik Haji Tingkat RA/TK Se-Lampung Utara

Kamis, 16 Agustus 2018, 11:10

KEPALA KEMENAG KOTA BALAM BERIKAN PEMBINAAN PEGAWAI DAN GURU MIN 6 WAY HALIM

Kamis, 16 Agustus 2018, 10:47

Qomaru Zaman Pimpin Rapat Panitia Kurban 1439 H / 2018 M

Kamis, 16 Agustus 2018, 10:03

Kakanwil Kemenag Provinsi Lampung Tinjau Pembangunan Kua SBSN Kotabumi Selatan