Rabu, 16 Mei 2018, 13:45

Kasi Bimas Islam Kemenag Balam "PAI sebagai agen change"

Balam (Inmas) -- Agama mempunyai kedudukan dan peranan yang sangat penting dan strategis, utamanya sebagai landasan spiritual, moral dan etika dalam hidup dan kehidupan umat manusia. Agama sebagai sistem nilai seharusnya dipahami, dihayati dan diamalkan oleh seluruh pemeluknya dalam tatanan kehidupan setiap individu, keluarga dan masyarakat serta menjiwai kehidupan berbangsa dan bernegara.

Oleh karena itu, Penyuluh agama Islam sebagai pelaksana kegiatan penyiaran agama mempunyai peranan yang sangat strategis. Karena berbicara masalah dakwah atau kepenyuluhan agama berarti berbicara masalah ummat dengan semua problematika. Sebab banyak kasus dan dari banyak fakta dakwah, kita melihat tanda-tanda betapa kemalahatan ummat (jamaah) tidak merupakan sesuatu yang obyektif atau dengan kata lain belum mampu diwujudkan oleh pelaksana dakwah (Penyuluh).

Hal inilah yang disampaikan oleh Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Drs. H. Lemra Horizon, M.H, saat memberikan Pembinaan kepada 10 orang Penyuluh Agama Islam baik PNS maupun Non PNS, hari ini, di Ruang Kerja Kepala KUA Kecamatan Sukabumi Kota Bandar Lampung.

Lebih lanjut Lemra menyampaikan bahwa penyuluh Agama Islam merupakan agent of change, juga sebagai leader atau pemimpin bahkan sayyidul qaum. Penyuluh Agama Islam merupakan ungsur yang dominan dalam pelaksanaan dakwah/kepenyuluah agama, bahkan lebih dari itu ia merupakan pemegang kunci yang terpenting terhadap sukses atau tidaknya pelaksanaan dakwah/penyuluhan agama.

Maksud sebagai agent of change yakni berperan sebagai pusat untuk mengadakan perubahan kearah yang lebih baik, di segala bidang kearah kemajuan, perubahan dari yang negatif atau pasif menjadi positif atau aktif. Karena ia menjadi motivator utama pembangunan. Peranan ini sangat penting karena pembangunan di Indonesia tidak semata membangun manusia dari segi lahiriah dan jasmaniahnya saja, melainkan membangun segi rohaniah, mental spiritualnya dilaksanakan secara bersama-sama. Demi suksesnya pembangunan penyuluh agam Islam berfungsi sebagai pendorong masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan, berperan juga untuk ikut serta mengatasi berbagai hambatan yang mengganggu jalannya pembangunan, khususnya mengatasi dampak negatif, yaitu menyampaikan penyuluhan agama kepada masyarakat dengan melalui bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti oleh mereka.

Dalam lingkungan Kementerian Agama peranan penyuluh agama Islam sebagai ujung tombak Kementerian Agama, dimana seluruh persoalan yang dihadapi oleh umat Islam menjadi tugas penyuluh Agama untuk memberi penerangan dan bimbingan. Sehingga sebagai ujung tombak ia dituntut agar ujung tombak itu benar-benar tajam, agar dapat mengenai sasaran yang diinginkan. Bahkan kini, Penyuluh agama sering berperan sebagai corong dari Kementerian agama dimana ia ditugaskan. Peranan inilah yang sering memposisikan penyuluh agama sebagai mahkluk yang dianggap multi talenta. Oleh karena itu, penyuluh agama Islam perlu meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan, kemampuan dan kecakapan serta menguasai berbagai strategi, pendekatan, dan teknik penyuluhan, sehingga mampu dan siap melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan betul-betul professional.

Sebagai seorang penyuluh Agama Islam yang mempunyai tanggung jawab terhadap pelaksanaan penyuluhan, sudah barang tentu berusaha agar ajaran Islam mudah diterima oleh masyarakat. Ia dituntut untuk mempersiapkan diri dengan berbagai ilmu pengetahuan, menguasai metode penyampaian, menguasai materi yang disampaikan, menguasai problematika yang dihadapi oleh obyek penyuluhan untuk dicarikan jalan penyelesaiannya, dan terakhir yang sering dilupakan adalah mengadakan pemantauan dan evaluasi.

"Mari kita sebagai seorang penyuluh agama terus meningkatkan pelaksanaan tugas kita sebaik mungkin dengan mengembangkan diri setinggi-tingginya demi memberikan perubahan posif bagi masyarakat Indonesia terutama masyarakat Kota Bandar Lampung pada khususnya", pesan Lemra.(gie/sry)

Berita Lainnya
Kamis, 16 Agustus 2018, 15:33

Kemerihan Hut Ri Ke-73 Di Man 1 Pesawaran

Kamis, 16 Agustus 2018, 11:32

Rapat Persiapan Manasik Haji Tingkat RA/TK Se-Lampung Utara

Kamis, 16 Agustus 2018, 11:10

KEPALA KEMENAG KOTA BALAM BERIKAN PEMBINAAN PEGAWAI DAN GURU MIN 6 WAY HALIM

Kamis, 16 Agustus 2018, 10:47

Qomaru Zaman Pimpin Rapat Panitia Kurban 1439 H / 2018 M

Kamis, 16 Agustus 2018, 10:03

Kakanwil Kemenag Provinsi Lampung Tinjau Pembangunan Kua SBSN Kotabumi Selatan