Senin, 11 Juni 2018, 14:45

MA Ma’arif NU 5 Sekampung ajak Masyarakat agar Jangan Berhenti Berburu Malam Lailatul Qadar

Kelompok I-IV Silaturrahmi Ramadhan MAMNU 5

Lampung Timur(Inmas) --Kiai Aqimus Solah (Katib Syuriyah MWC NU Sekampung) dalam Silaturrahmi Ramadhan MA Maarif NU 5 Sekampung di Masjid Al Iman Sidodadi, Sekampung Lampung Timur (06/06), mengajak masyarakat untuk senantiasa meningkatkan amal ibadahnya, apalagi di sepertiga bulan ramadhan ini guna untuk berburu malam seribu bulan atau malam lailaut qadar.

Umat Muslim saat ini sedang berburu malam Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Siapapun yang mengerjakan amalan di malam ini maka pahalanya akan dilipatgandakan. Itulah sebabnya Lailatul Qadar sering dijuluki dengan malam seribu bulan.

Aqimus Solah menambahkan Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam Qadar. Dan tahukan kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar (QS Al-Qadr: 1-5).

Dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda yang artinya, Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan, (HR Ath Thoyalisi). Matahari pagi dalam keadaan jernih, tidak ada pancaran sinar

Dari Abi bin Kaab, Rasulullah SAW bersabda yang artinya, Subuh baru dari malam Lailatul Qadar matahari terbit tanpa sinar, seolah-olah mirip bejana hingga matahari itu naik (HR Muslim). Bulan pada malam hari seperti separuh bulatan

Dari Abu Hurairah ra. berkata, kami pernah berdiskusi tentang Lailatul Qadar di sisi Rasulullah SAW, beliau berkata: Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan (HR Muslim).

Meskipun malam Lailatul Qadar memiliki tanda-tanda kemunculan, namun tidak semua orang bisa merasakannya. Hal ini terdapat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Thobari. Rasulullah SAW mengatakan, Itu (tanda-tanda Lailatul Qadar) tidak mesti, seorang Muslim bisa saja mendapatkan malam mulia tersebut dan ia tidak melihat atau mendengar sesuatu dari tanda-tanda itu,pungkasnya. (Hasbu/Sarif, Bj/sry)

Berita Lainnya
Selasa, 18 September 2018, 15:38

Seksi Bimas Islam Kemenag Kota Bandar Lampung Adakan Binwin Tahun 2018

Selasa, 18 September 2018, 14:07

Kasi Bimas Islam Gelar Rakor Bersama Penyuluh PAI

Selasa, 18 September 2018, 14:00

Kemenag Kota Metro Suport Program Kerja Polri

Selasa, 18 September 2018, 13:25

60 Catin Ikuti Binwin Kecamatan Kedaton Tahun 2018

Selasa, 18 September 2018, 13:05

Antusiasme Calon Pengantin Ikuti Bimbingan Perwakinan Kemenag Kota Bandar Lampung