Rabu, 11 Juli 2018, 11:04

Kasubag TU Kemenag Balam Paparkan Manfaat Estrakurikuler bagi Ponpes dan Madin

Balam (Inmas) -- Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan bahwa pendidikan di Indonesia bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, cakap, kreatif, mandiri, menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

Sejalan dengan tujuan tersebut, dalam Bab X Pasal 36 disebutkan bahwa kurikulum yang disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia hendaklah memperhatikan beberapa hal, diantaranya peningkatan iman dan takwa, peningkatan akhlak mulia dan agama. Lebih khusus lagi ditegaskan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Pasal 1 dan 3 bahwa pendidikan agama wajib diselenggarakan pada semua jalur, jenjang, dan jenis pendidikan. Ketentuan ini menempatkan pendidikan agama pada posisi yang amat strategis dalam upaya mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan.

Salah satu lembaga yang diharapkan berasal dari Pondok Pesantren dan Madrasah Diniyyah. Kedua lembaga tersebut mendapatkan sorotan tajam dari masyarakat, khususnya dalam membentuk peserta didik yang beriman dan bertaqwa.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, H. Said Karimin, S.Ag., M.Kom.I, dalam materi saat Pembinaan Kegiatan Ekstrakurikuler pada Madin dan Ponpes Se-Kota Bandar Lampung Tahun 2018, kemarin (10/07) di Aula Kemenag Bandar Lampung.

Lebih lanjut Ia menambahkan bahwa Kurikulum Pendidikan di Ponpes dan Madin terdiri atas beberapa aspek, yaitu aspek Al-Quran Hadits, keimanan atau aqidah, akhlak, fiqih (hukum Islam), dan aspek Tarikh (sejarah) serta pengetahuan umum. Untuk mencapai aspek kurikulum Pendidikan di atas, pihak Ponpes dan Madin tersebut tentunya melakukan inovasi-inovasi kurikulum, penambahan jam pelajaran, serta meningkatkan kemampuan dan keterampilan siswa melalui program ekstrakurikuler.

Ekstrakurikuleradalah kegiatan non-pelajaran formal yang dilakukukan santri atau peserta didik, umumnya di luar jam belajar kurikulum standar. Kegiatan-kegiatan ini ada pada setiap jenjang pendidikan di pondok pesntren. Kegiatan ekstrakurikuler ditujukan agar siswa dapat mengembangkan kepribadian, bakat, dan kemampuannya di berbagai bidang di luar bidang akademik. Kegiatan ini diadakan secara swadaya dari pihak pesantren maupun dari santriwan-satriwati itu sendiri untuk merintis kegiatan di luar jam pelajaran sekolah.

Kegiatan dari ekstrakurikuler ini sendiri dapat berbentuk kegiatan pada seni, olahraga pengembangan kepribadian, dan kegiatan lain yang bertujuan positif untuk kemajuan dari santriwan-santriwati itu sendiri. hakikatnya kegiatan ini bertujuan untuk membantu perkembangan siswasesuai kebutuhan, potensi, bakat dan minat santriwan-santriwati. Diasumsikan bahka setiap siswa akan memiliki kebutuhan, potensi, bakat dan minat yang berbeda.

Selain itu juga, lanjutnya, bahwa alasan-alasan kenapa kegiatan ekstrakurikuler bermanfaat untuk para santri antara lain Pertama, Menjadikan anak aktif. Benar sekali, mengikuti kegiatan ekstrakurikuler memberikan ruang dan kesempatan kepada anak untuk menjadi pribadi yang aktif dan produktif. Karena mereka menghabiskan waktu dan energi untuk kegiatan yang positif, Anda bisa sedikit bernapas lega. Sebab kemungkinan mereka untuk bersentuhan dengan hal-hal negatif di luar sekolah juga jadi berkurang.

Kedua, Mengajarkan kerja sama tim. Dalam kegiatan ekstrakurikuler umumnya anak akan bertemu dengan teman-teman baru dan dalam beberapa hal harus mencoba bekerja sama dengan mereka. Bahkan ekskul yang tampaknya kurang dalam aspek sosialisasi seperti menjadi anggota perpustakaan pun tetap butuh interaksi dan sosialisasi dengan orang lain. Hal seperti ini akan mengajarkan anak untuk komunikasi dan koordinasi sejak dini. Dan pastinya ikut meningkatkan rasa percaya diri mereka dalam bersosialisasi.

Ketiga, Menyalurkan energi dan kreativitas. Salah satu sisi positif dari ekstrakurikuler yang tidak bisa diabaikan adalah kegiatan ini bisa menjadi wadah bagi anak untuk menyalurkan energi dan kreativitas dengan cara yang positif. Melalui kegiatan ekstrakurikuler anak jadi bisa menyalurkan minat. Mereka jadi terdorong untuk mengembangkan bakatnya.

Keempat, Mengurangi risiko stres. Ketika seseorang melakukan kegiatan yang disukai di antara serangkaian rutinitas yang harus dijalani setiap hari, kemampuan mereka dalam menghadapi stres juga semakin tinggi. Hal yang sama juga berlaku bagi anak-anak. Kegiatan sekolah dan tugas rumah yang padat bisa membuat mereka rawan terkena stres. Dan melakukan hal-hal yang menyenangkan di luar aktivitas sekolah bisa menjadi terapi anti depresi yang ampuh untuk mereka. Selama aktivitas ekstrakurikuler anak mendapat kesempatan untuk bersantai dan melepaskan ketegangan selama jam pelajaran.

Dan terakhir, Belajar manajemen waktu. Dengan mengikuti aktivitas ekstrakurikuler anak jadi memiliki banyak kegiatan. Dan dengan memiliki aktivitas yang padat seperti ini mau tak mau mereka harus belajar untuk mengatur dan memprioritaskan waktu. Hal seperti ini akan berguna untuk mereka di masa depan.

Saya meminta dan berharap kepada para pihak Pondok Pesantren dan Madin Se-Kota Bandar Lampung untuk mendukung setiap kegiatan ekstrakurikuler dan bagi Ponpes maupun madin yang belum mempunyai ekstrakurikuler untuk mendirikannya karena manfaat dari ektrakurikuler ini banyak manfaatnya.(gie/sry)

Berita Lainnya
Jumat, 16 November 2018, 09:28

ASN Kemenag Metro Terapkan Jum'at Sehat

Kamis, 15 November 2018, 09:12

Banyak Negara Lain Contoh Penyelenggara Haji Indonesia

Rabu, 14 November 2018, 14:46

Ka.Kan.Kemenag Metro : MTQ Sebagai Pencetak Generasi Islami

Rabu, 14 November 2018, 09:14

MI Mathlaul Anwar Landbaw Kabupaten Tanggamus Raih Peringkat Umum Ke-2 Pada Kegiatan Temu Galang XI Se-Provinsi Lampun

Selasa, 13 November 2018, 14:56

Lamsel Sosialisasi ARD Go Nasional