Rabu, 31 Oktober 2018, 15:06

MTs Nurul Falah Gunung Tiga Kabupaten Tanggamus Berjaya di Dua Ajang Lomba Tingkat Provinsi Lampung


Tanggamus (Inmas) -- Siswa-siswi MTs Nurul Falah Gunung Tiga, Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus kembali menunjukan prestasi yang membanggakan dalam ajang perlombaan tingkat Provinsi Lampung. Perolehan lima piala dalam dua ajang perlombaan membuktikan bahwa MTs Nurul Falah yang berada di bawah binaan Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus memiliki kualitas dan prestasi yang tidak kalah dengan sekolah-sekolah lain yang berada di Provinsi Lampung.

Dua piala diperoleh dari Lomba Baca Puisi Tingkat SMP Se-Provinsi Lampung pada tanggal 17 Oktober 2018 yang diadakan oleh SMAK BPK Penabur Bandar Lampung dalam rangka memperingati Bulan Bahasa, yaitu Juara Ke-2 atas nama Risfa Anisa dan Juara Ke-3 atas nama Siti Halimatu Sadiyah.

Kita tahu penyelenggara Lomba Baca Puisi yang kita ikuti merupakan lembaga pendidikan Non Muslim/Khatolik, tapi tidak membuat kita berkecil hati atau berprasangka negatif terhadap penyelenggara. Dengan mengikuti lomba di lembaga pendidikan Non Muslim, kami ingin mengajarkan dan menunjukkan kepada para siswa dan warga Madrasah bahwa MTs Nurul Falah Gunung Tiga menjunjung tinggi sikap toleran dan kerjasama antar umat beragama, ungkap seorang Guru PAI yang juga sekaligus Pelatih Puisi, WD. Fathurrahman Syam, M.Pd.I.

Urgensi mengajarkan sikap toleran terhadap umat agama lain adalah untuk menjalin saling pengertian dan menjaga silaturahmi antar siswa yang berdeda agama. Hal ini memang cukup sulit, karena kita harus melawan ego pribadi untuk dapat memahami dan menghormati penganut agama lainnya. Namun jika kita tidak dapat menahan ego pribadi kita, maka ini dapat mengakibatkan konflik dan permusuhan antar umat beragama di Indonesia yang menganut Pancasila sebagai dasar negara dimana sila-silanya mengandung nilai toleransi yang besar. Alhamdulillah kami juga didukung oleh Kasi Pendidikan Madrasah dalam hal ini Muhamad Hasan Basri, S.Ag., MPd., demikian penjelasan lebih lanjut Fathurrahman.

Kemudian tiga piala berikutnya diperoleh pada ajang Lomba Baca Puisi Tingkat SMP/ MTs Se-Provinsi Lampung yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Bahasa Indonesia (HIMABINDO) STKIP Muhammadiyah Pringsewu pada tanggal 22 Oktober 2018 dalam rangka Gebyar Bulan Bahasa dan Hari Batik Nasional Tahun 2018. Masing-masing pemenangnya adalah Juara Ke-1 Lomba Baca Pusi oleh Siti Halimatu Sadiyah, Juara Ke-3 Lomba Baca Puisi oleh Risfa Anisa, dan Juara Ke-3 Lomba Tilawah oleh Fika Alivia Fitriani.

Perolehan piala ini sangat diapresiasi oleh Kepala Madrasah Tsanawiyah Nurul Falah Gunung Tiga, yaitu Dra. Marhamah yang berpesan semoga siswa-siswi MTs Nurul Falah Gunung Tiga terus berprestasi, baik di madrasah maupun di luar madrasah, dan dapat bersaing dengan sekolah-sekolah lain. Dan tidak lupa juga terima kasih kepada segenap Pelatih, Pendamping dan Dewan Guru yang selalu siap dan ikhlas dalam membimbing para siswa MTs Nurul Falah Gunung Tiga.

Menanggapi keberhasilan dan prestasi yang ditorehkan oleh MTs Nurul Falah Gunung Tiga, Kasi Pendidikan Madrasah, Muhamad Hasan Basri mengucapkan terima kasih dan ucapan selamat serta juga mendoakan MTs Nurul Falah khususnya, dan madrasah di Tanggamus umumnya agar terus dapat berkreasi dan berprestasi.

Hasan Basri juga memberi catatan khusus terkait dengan keikutsertaan MTs Nurul Falah pada ajang lomba yang diadakan SMAK BPK Penabur Bandar Lampung. Menurutnya sudah saatnya madrasah didorong untuk berkerja sama dengan siapa pun demi kemajuan madrasah. Selain itu pemahaman mengenai toleransi juga perlu ditanamkan kepada para siswa melalui pembiasaan sikap dan perilaku saling menghormati dan bekerja sama dengan pemeluk agama lain, mengingat Indonesia adalah negara yang multikultural.

Harus dipahamkan kepada siswa bahwa perbedaan itu adalah sunnatullah. Dalam Islam sudah jelas, untuk masalah-masalah terkait dengan aqidah dan ritual berpegang pada Bagimu Agamamu Bagiku Agamaku, tidak dapat ditoleransi. Tapi dalam kaitanya dengan muamalah, apalagi untuk kemajuan pendidikan, kita umat Islam dapat bekerja sama dengan siapa saja sepanjang tidak melanggar norma-norma ajaran Islam, demikian urainya.

Madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam yang lahir dari dialog tradisi pendidikan pesantren dan upaya modernisasi pendidikan tentunya harus tetap mencerminkan karakter kalangan pesantren yang mengedepankan sikap moderat, toleran dan memiliki komitmen cinta tanah air. Madrasah harus menjadi pelopor perdamaian. Karenanyai seluruh warga Madrasah hendaknya dapat berperan mengkampanyekan dan memberi teladan hidup damai melalui pelaksanaan ajaran Islam yang moderat atau wasathiyyah, pungkasnya. (Kontributor: Erna/sry

Berita Lainnya
Jumat, 16 November 2018, 09:28

ASN Kemenag Metro Terapkan Jum'at Sehat

Kamis, 15 November 2018, 09:12

Banyak Negara Lain Contoh Penyelenggara Haji Indonesia

Rabu, 14 November 2018, 14:46

Ka.Kan.Kemenag Metro : MTQ Sebagai Pencetak Generasi Islami

Rabu, 14 November 2018, 09:14

MI Mathlaul Anwar Landbaw Kabupaten Tanggamus Raih Peringkat Umum Ke-2 Pada Kegiatan Temu Galang XI Se-Provinsi Lampun

Selasa, 13 November 2018, 14:56

Lamsel Sosialisasi ARD Go Nasional