Kamis, 8 November 2018, 09:05

MAN 1 Tanggamus Kirim Peserta Pelatihan dan Pembinaan Masyarakat Anti Narkoba

Foto Bersama BNNK Tanggamus & Peserta Pelatihan - Pembinaan Masyarakat Anti Narkoba

Tanggamus, MAN 1 (Inmas) -- Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tanggamus mengadakan kegiatan Pelatihan dan Pembinaan Masyarakat Anti Narkoba dengan metode Pengembangan Kapasitas P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) di Lingkungan Pendidikan, dengan Rabu, 7 November 2018 bertempat di Aula Serumpun Padi Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus.

Hadir pada kegiatan tersebut Wakil Kelapa Madrasah Bidang Humas Sipulloh, M.Pd sebagai peserta bersama dengan Zamroni, S.Ag., selaku Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan MAN 1 Tanggamus, turut hadir juga sebagai peserta yaitu Kepala Sekolah/Madrasah dan perwakilan Guru SMP/MTs sederajat, SMA/SMK/MA/SUPM sederajat dengan total sebanyak 50 peserta yang ikut hadir mengikuti pelatihan dan pembinaan tersebut.

Dalam pelatihan dan pembinaan ini selain dari BNNK Tanggamus juga hadir dari perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tanggamus, dalam materi pemaparannya Hendriyadi, S.Sos selaku Kasubag Umum BNNK Tanggamus mendampingi Kepala BNNK Tanggamus Qolbidi, S.Sos bahwa peran dunia pendidikan sangat penting karena hampir mayoritas sasaran narkoba saat ini adalah anak-anak di dunia pendidikan. Sejalan dengan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, bahwa sebagai bentuk pengetahuan, informasi dan pencegahan perlu diadakan pelatihan dan pembinaan bagi komponen pendidikan.

Sebagai bentuk pencegahan kepada anak didik agar terhindar dari Narkoba salah satunya dengan memberikan materi, pengetahuan serta pendidikan tentang bahaya dan akibat narkoba, dapat dilakukan lewat OSIS, Pramuka, Paskibra PMR dan lain-lain. Contoh yang sudah terjadi pada anak didik adalah mengisap lem, sabu-sabu dan ganja. Poin penting dalam pelatihan dan pembinan ini menurut Sipulloh adalah pada Pasal 54 dan 55 tentang rehabiltiasi pengguna narkoba. Upaya yang dilakukan untuk pencegahan jika telah dilakukan dan masih terdapat siswa yang terpengaruh adalah dengan melakukan rehabilitasi baik Rehabilitasi Medis maupun Rehabilitasi Sosial.

Hal tersebut penting dilakukan agar siswa yang menjadi korban ataupun pecandu dapat pulih kembali, hilang dari ketergantungan narkoba dan membantu merubah perilaku negatifnya menjadi positif. Sementara Zamroni menambahkan bahwa yang tidak kalah penting adalah peran orang tua sangat diharapkan baik dalam penjegahan maupun kerjasama dalam penanganan rehabilitasi sehingga apabila anaknya terbukti positif mengkonsumsi narkoba dapat dengan segera melaporkan untuk segera mendapatkan penanganan.

Beberapa lembaga di Kabupaten Tanggamus yang dapat menjadi rujukan rehabilitasi yang dikelola oleh Pemerintah yaitu : Klinik Pertama BNNK Tanggamus, Puskesmas Kotaagung dan RSUD Kotaagung Batin Mangunang, sementara lembaga yang dikelola oleh masyarakat yaitu : RS. Panti Secanti, Klinik Sabila Nisa dan LKS Alamanda untuk rehabilitasi Sosial. (Awan/Admin)

Berita Lainnya
Kamis, 15 November 2018, 13:41

Begini Cara Satgas Anti Narkoba MAN 1 Pringsewu Perkuat Organisasi

Kamis, 15 November 2018, 13:29

Mulailah Menjadi Pahlawan Bagi Diri Kalian Sendiri

Rabu, 14 November 2018, 16:14

Aplikasi Rapor Digital (ARD) Untuk Madrasah Hebat Bermartabat

Selasa, 13 November 2018, 14:38

MAN 1 Tanggamus Bangun Sinergitas dengan Komite Madrasah

Selasa, 13 November 2018, 12:35

Maknai Patriotisme Hari Pahlawan, Pramuka MAN 1 Tanggamus Ikut Upacara