Selasa, 6 Agustus 2019, 12:16

Siswa MI.Mathla'ul Anwar Landbaw mendapat penyuluhan kesehatan dari Puskesmas

Tanggamus (Inmas) -- Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Gisting mengadakan penyuluhan kesehatan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Bahaya Narkoba di MI.Mathla'ul Anwar Landbaw ( Selasa,6/08/2019).

Kegiatan penyuluhan kesehatan tersebut disampaikan kepada siswa dari kelas 4 sampai kelas 5 yang didamping dewan guru.

Pada sesi pertama, penyuluhan kesehatan dengan topik Perilaku Hidup Bersih dan Sehat disampaikan oleh Ibu Evi Dharma Soima yang mengajarkan kepada para siswa tentang perilaku hidup Bersih dan Sehat di Sekolah yang meliputi : Mencuci tangan dengan air bersih mengalir dan memakai sabun, mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah, membuang sampah pada tempatnya, olahraga yang teratur dan terukur, menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap bulan, menggunakan jamban yang bersih dan sehat, memberantas jentik nyamuk dan tidak merokok di sekolah.

Pada sesi tersebut juga disampaikan praktik cara mencuci tangan dengan sabun yang baik dan benar. Untuk melakukannya dibutuhkan beberapa peralatan di antaranya, sabun/antiseptic, air bersih, dan lap kering yang bersih.

Tim penyuluh kesehatan juga menyampaikan bahwa dengan melakukan pencucian tangan yang bersih dan teratur dapat menjauhkan kita dari virus, bakteri dan kuman sebagai penyebab penyakit yang umumnya menyerang sistem pencernaan tubuh manusia seperti diare.

Dan pada sesi kedua disampaikan penyuluhan tentang bahaya Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang ( narkoba ) yang disampaikan oleh Ibu Eni Kusriati.

Dalam penyampaiannya Ibu Eni mengatakan bahwa maraknya penyimpangan perilaku generasi muda dengan Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang ( narkoba ) dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari.

Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf. Sehingga pemuda tersebut tidak dapat berpikir jernih. Akibatnya, generasi harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan.

Sasaran dari penyebaran narkoba ini adalah kaum muda atau remaja. Kalau dirata-ratakan, usia sasaran narkoba ini adalah usia pelajar, yaitu berkisar umur 11 sampai 24 tahun. Hal tersebut mengindikasikan bahwa bahaya narkoba sewaktu-waktu dapat mengincar anak didik kita kapan saja.

Dan harapannya saatnya pihak sekolah mewaspadai penyalahgunaan narkoba dikalangan pelajar, jangan sampai generasi kita terjerumus dalam lingkaran hitam narkoba.(Er/Am/ijal)

Berita Lainnya
Kamis, 22 Agustus 2019, 10:21

Ka.Kan.Kemenag : Pendidikan Harus Inovatif Mengikuti Perkembangan Zaman

Kamis, 22 Agustus 2019, 09:14

H.Said Karimin jadi Pembina upacara HUT Kemerdekaan RI

Kamis, 22 Agustus 2019, 07:30

Malam Anugerah Penyuluh Agama Islam Teladan PNS dan Non PNS 2019

Kamis, 22 Agustus 2019, 01:16

Lampung Juara Pertama Penyuluh Agama Islam Teladan Tingkat Nasional 2019

Rabu, 21 Agustus 2019, 18:05

Kasi Penmad Kemenag Lampung Utara Pimpin Rakor K3RA