Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Madrasah

Kritisi Makna Kemerdekaan Pelajar, Pembina Upacara MTsN 1 Lamsel Tegaskan Tolak Perundungan dan Indisipliner

Senin, 24 Agustus 2026 MTsN 1 Lampung Selatan Editor: Antonius Jemi
Kritisi Makna Kemerdekaan Pelajar, Pembina Upacara MTsN 1 Lamsel Tegaskan Tolak Perundungan dan Indisipliner
MTsN 1 Lampung Selatan
MTsN 1 Lampung Selatan
Foto: Jurnalistik

Lampung Selatan, MTsN 1 (Humas) – Pelaksanaan upacara bendera hari Senin, 24 Agustus 2026, di lapangan utama Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Lampung Selatan berlangsung dengan sangat khidmat dan tertib. Petugas upacara pada pekan ini adalah siswa-siswi dari kelas 9D, yang sukses menjalankan tugasnya dengan baik.

Kegiatan rutin mingguan ini diikuti oleh seluruh elemen warga madrasah tanpa terkecuali, mulai dari Pimpinan Madrasah, dewan guru, staf tata usaha, hingga seluruh peserta didik MTsN 1 Lampung Selatan. Bertindak sebagai Pembina Upacara, Heru Kuncara, S.Pd., menyampaikan amanat yang sangat menggugah dan relevan dengan suasana bulan Agustus sebagai bulan kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam amanatnya, Heru mengingatkan kembali bahwa bulan Agustus adalah momentum bersejarah. Ia menekankan bahwa kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan susah payah oleh para tokoh pendiri bangsa (founding fathers) harus diwujudkan secara utuh oleh seluruh rakyat Indonesia pada masa kini, sesuai dengan porsi dan profesinya masing-masing. Lebih lanjut, ia menyoroti secara tajam bagaimana seorang pelajar seharusnya memaknai kata "merdeka". Heru menegaskan bahwa merdeka di lingkungan sekolah bukanlah kebebasan untuk bertindak sesuka hati tanpa mengindahkan tata tertib. "Sebagai siswa, apakah kita sudah mengimplementasikan makna kemerdekaan itu dengan seutuhnya jika kita masih membolos? Jika cukuran rambut masih tidak sesuai standar? Atau bahkan, jika kita masih berkelahi dengan sesama dan mem-bully orang lain? Tentu itu bukanlah makna kemerdekaan yang sesungguhnya!" tegas Heru Kuncara di hadapan barisan peserta didik. Pesan tajam ini menjadi refleksi mendalam bahwa kemerdekaan sejati bagi seorang pelajar adalah merdeka dari kebodohan, merdeka dari sikap indisipliner, dan merdeka dari perilaku buruk yang merugikan sesama teman.

Amanat tegas yang menitikberatkan pada pembentukan karakter dan kedisiplinan tersebut mendapat dukungan penuh dari Kepala MTsN 1 Lampung Selatan, Rahmi Zulyana, S.Ag., M.Pd.I. Ia memandang pesan tersebut sebagai fondasi penting dalam pendidikan akhlak di madrasah. "Amanat yang disampaikan oleh Bapak Heru Kuncara pagi ini sangat luar biasa dan tepat sasaran. Beliau mengingatkan kita semua bahwa kemerdekaan harus diisi dengan hal-hal yang positif dan membangun. Bagi siswa-siswi MTsN 1 Lampung Selatan, wujud nyata dari mengisi kemerdekaan adalah dengan menjadi pelajar yang disiplin, patuh pada aturan, saling menghargai, dan menjauhi segala bentuk perundungan (bullying). Saya berharap teguran dan nasihat ini benar-benar tertanam di hati sanubari anak-anak semua, agar madrasah kita selalu menjadi lingkungan yang aman, nyaman, dan mencetak generasi yang beradab," ungkap Rahmi Zulyana. (Andri)