Bandar Lampung (Humas) ---- Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung akan menjadikan hasil Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Provinsi Lampung sebagai tolok ukur keberhasilan pembinaan akademik madrasah. Capaian peserta akan dipetakan untuk melihat kekuatan sekaligus bidang yang masih memerlukan perbaikan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Erwinto, menyampaikan hal tersebut saat meninjau hari terakhir OMI jenjang MA/SMA di MAN 1 Bandar Lampung, Selasa (6/10/2026).
"Hasil OMI Tingkat Provinsi Lampung menjadi tolok ukur keberhasilan pembinaan akademik madrasah di Kota Bandar Lampung. Dari hasil ini, kami dapat memetakan kekuatan, menemukan kekurangan, serta menyusun pembinaan yang lebih terarah untuk menghadapi kompetisi berikutnya," kata Erwinto.
Menurut dia, OMI bukan hanya arena perebutan medali, melainkan sarana mengukur kemampuan peserta didik dan efektivitas pembinaan di setiap madrasah. Hasil kompetisi akan menunjukkan mata pelajaran yang telah berkembang maupun bidang yang perlu diperkuat.
Pemetaan tersebut, lanjut Erwinto, penting agar program pembinaan tidak disusun berdasarkan perkiraan. Madrasah dapat menggunakan hasil OMI sebagai dasar untuk meningkatkan kompetensi guru, memperbaiki pendampingan, dan menyiapkan peserta secara lebih sistematis.
Dalam peninjauan itu, Erwinto juga memberikan dukungan mental dan spiritual kepada peserta asal Bandar Lampung. Ia meminta para siswa tetap tenang, percaya diri, dan fokus dalam mengerjakan soal.
"Kalian tidak berjuang sendirian. Guru, orang tua, madrasah, serta Kementerian Agama mendukung penuh perjuangan peserta dari Bandar Lampung. Percayalah pada kemampuan sendiri dan berikan hasil terbaik," ujarnya.
Ia mengingatkan, penguasaan materi perlu ditopang ketangguhan mental, kejujuran, dan kekuatan spiritual. Peserta diminta mengawali kompetisi dengan doa, berusaha maksimal, serta menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.
OMI hari terakhir berlangsung dalam tiga sesi. Matematika dan Fisika diperlombakan pada sesi pertama, Geografi dan Kimia pada sesi kedua, sedangkan Biologi dan Ekonomi pada sesi ketiga.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Zulkarnain, bersama Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Herry Setiawan, turut memantau pelaksanaan kompetisi.
Zulkarnain menegaskan, capaian madrasah dalam OMI harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh, mulai dari kualitas sumber daya manusia, kompetensi guru, hingga pola pembinaan peserta didik.
"Madrasah tidak boleh kalah bersaing dengan sekolah umum. Jika hasilnya belum optimal, kita harus mencari penyebabnya, apakah pada sumber daya manusia, guru, atau pola pembinaannya," kata Zulkarnain.