Bandar Lampung (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung Erwinto mendorong Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Dewan Dakwah Lampung mengembangkan kelembagaannya menjadi pesantren muadalah. Pengembangan tersebut dinilai penting untuk memperkuat mutu pendidikan sekaligus memberikan pengakuan negara terhadap ijazah para lulusannya.
Hal itu disampaikan Erwinto saat mengunjungi pondok pesantren yang berlokasi di Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung, Kamis (8/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, Erwinto didampingi Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (PAPKI) Zaenal Hakim dan diterima langsung oleh pimpinan pondok, KH Arifin.
Menurut Erwinto, status muadalah akan membuka ruang lebih luas bagi pesantren untuk mempertahankan kekhasan kurikulumnya sekaligus memberikan kepastian bagi masa depan pendidikan santri.
"Pesantren ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pesantren muadalah. Dengan demikian, santri tetap memperoleh pendidikan berbasis pesantren, sementara ijazah lulusannya diakui negara dan setara dengan pendidikan formal sesuai jenjangnya," kata Erwinto.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari silaturahmi sekaligus upaya melihat secara langsung kondisi, tata kelola, dan pola pendidikan yang diterapkan pondok. Erwinto menilai kekuatan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Dewan Dakwah Lampung dalam pembinaan Al-Qur'an perlu ditopang kelembagaan yang semakin kuat.
Sementara itu, KH Arifin menyambut baik kehadiran Kepala Kemenag Kota Bandar Lampung dan jajaran di pondoknya. Ia mengatakan, selama-dua tahun terakhir pondok memusatkan program pendidikannya pada pembelajaran dan penguatan hafalan Al-Qur'an.
Program tahfiz dikembangkan dengan kurikulum yang berorientasi pada capaian mutqin, yakni membentuk hafalan yang kuat, lancar, kokoh, dan tidak mudah lupa. Proses pembelajaran tidak hanya mengejar jumlah hafalan, tetapi juga menekankan ketepatan bacaan serta konsistensi murajaah.
"Kami menyambut baik arahan Kepala Kemenag. Ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus memperkuat kualitas pendidikan dan kelembagaan pondok," ujar Arifin.
Pada kesempatan yang sama, Erwinto turut mendampingi Siradj, mahasiswa asal Palestina yang sedang menempuh pendidikan strata satu di UIN Raden Intan Lampung. Siradj berencana mengikuti tasmi' Al-Qur'an di pondok tersebut untuk menguji hafalannya yang telah mendekati 30 juz sembari menyelesaikan perkuliahan.
Arifin menyatakan kesiapan pondok untuk membantu pelaksanaan tasmi' dan pembinaan hafalan Siradj. Menurutnya, kehadiran mahasiswa Palestina itu menjadi kehormatan bagi pondok sekaligus memberi motivasi kepada para santri bahwa dalam kondisi sesulit apa pun, Al-Qur'an senantiasa menjadi pegangan umat Islam.
"Al-Qur'an mengajarkan keteguhan, kesabaran, dan harapan. Semoga ikhtiar ini menjadi penguat bagi Siradj dalam menyelesaikan hafalannya, sekaligus menginspirasi para santri untuk terus mencintai, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur'an dalam kehidupan," pungkasnya.