Bandar Lampung (Humas) --- Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung menyiapkan madrasah percontohan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) melalui program Satu Pengawas Satu Madrasah guna memperkuat pendidikan karakter dan menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, serta bebas dari kekerasan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung Erwinto mengatakan program tersebut merupakan bagian dari transformasi pendidikan madrasah yang menekankan pembentukan akhlak, empati, toleransi, dan kepedulian sosial peserta didik.
"Kurikulum Berbasis Cinta hadir dalam proses pembelajaran dan budaya madrasah. Guru harus menanamkan kecintaan kepada Tuhan, sesama manusia, bangsa, dan lingkungan melalui keteladanan serta pembelajaran yang menghargai setiap peserta didik," kata Erwinto saat membuka sosialisasi madrasah percontohan implementasi KBC di Bandar Lampung, Selasa (20/10/2026).
Ia menjelaskan penerapan kurikulum tersebut sejalan dengan Asta Program Prioritas Kementerian Agama 2025-2029 yang mendorong penguatan kualitas pendidikan melalui pendekatan pembelajaran berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.
Menurut dia, keberhasilan penerapan KBC tidak hanya ditentukan oleh perangkat pembelajaran, tetapi juga kemampuan guru dalam membangun interaksi yang dialogis, menghargai perbedaan, serta menciptakan suasana belajar yang mendukung perkembangan karakter peserta didik.
"Madrasah menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak untuk belajar, bertumbuh, dan membangun karakter. Karena itu, pengawas dan guru perlu memastikan nilai-nilai cinta diterapkan dalam keseharian, bukan berhenti pada dokumen kurikulum," ujarnya.
Melalui program Satu Pengawas Satu Madrasah, setiap pengawas bertugas mendampingi madrasah percontohan dalam mengimplementasikan KBC, mulai dari pembinaan kompetensi guru, supervisi pembelajaran, hingga evaluasi pelaksanaan program.
Pendampingan tersebut diharapkan menghasilkan praktik pembelajaran berbasis nilai yang dapat diukur, dievaluasi, dan dikembangkan sebagai model penerapan KBC di madrasah lainnya.
Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Kota Bandar Lampung Ahmad Syafiuddin menyampaikan materi mengenai pentingnya integritas, tanggung jawab, kedisiplinan, dan profesionalisme ASN dalam mendukung penyelenggaraan layanan pendidikan yang akuntabel.
Sementara itu Kasi Pendidikan Madrasah Said Karimin menyebut Kegiatan sosialisasi diikuti 40 peserta yang terdiri atas kepala madrasah aliyah negeri (MAN), madrasah tsanawiyah negeri (MTsN), madrasah ibtidaiyah negeri (MIN), serta guru di Kota Bandar Lampung.