Jl. Mawar No. 7 Way Mengaku, Kecamatan Balik Bukit, Liwa, Kabupaten Lampung Barat lampungbaratkantorkementeriana@gmail.com

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Kemenko PMK Hadir Menguatkan Peran-Peran Kemenag

Selasa, 13 Oktober 2026 • Humas Lambar •Editor: Anggithya
Kemenko PMK Hadir Menguatkan Peran-Peran Kemenag
Humas Lambar
Humas Lambar
Foto: Ragil Boy

‎Lampung Barat, Kemenag (Humas) -- Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Barat, Miftahus Surur, turut serta mengikuti kegiatan Breakfast Meeting (BM) strategis yang digelar oleh Kementerian Agama bersama jajaran pimpinan pusat hingga daerah se-Indonesia. Selasa, 13 Oktober 2026

‎Rapat koordinasi kali ini terasa istimewa dan berbeda karena turut dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Sugiono, yang hadir untuk memperkuat berbagai peran penting Kementerian Agama.

‎Pertemuan tersebut juga disampaikan oleh Menteri Agama RI Prof. H. Nasaruddin Umar, MA, Sekjen Prof. Dr. H. Kamaruddin Amin, MA, para Dirjen, Direktur, Rektor, Kakanwil, serta para Kepala Kankemenag Kabupaten/Kota dari berbagai wilayah di Indonesia.

‎Dalam kesempatan tersebut, Kemenko PMK Sugiono menyampaikan empat pesan penting yang harus menjadi pedoman bersama, di mana poin pertama adalah menjadikan agama dan kebhinnekaan sebagai kekuatan besar serta solusi solutif untuk menggambarkan kerukunan umat.

‎"Kedua, pentingnya membangun karakter bangsa yang memiliki pola pikir positif, berintegritas, serta bertanggung jawab, fondasi utamanya dimulai dari penguatan ketahanan di dalam lingkungan keluarga," katanya.

‎Pesan ketiga menyoroti keharusan untuk melakukan transformasi pendidikan keagamaan melalui madrasah dan pondok pesantren sebagai modalitas besar bangsa, disertai dengan penyelesaian berbagai pekerjaan rumah seperti revitalisasi sekolah dan peningkatan kesejahteraan guru.

‎"Terakhir, tata kelola lembaga harus terus dijaga demi menghadirkan pelayanan terbaik dan kepuasan bagi masyarakat, dengan nilai-nilai agama sebagai cerminan utama dalam setiap lini birokrasi, agar setiap hasil rapat dapat segera dituntaskan hingga dirasakan langsung masyarakat secara luas," ujarnya.

‎Selanjutnya, Dirjen Pesantren Dr. H. Basnang Said, S.Ag, M.Ag menyampaikan program prioritas 100 hari kerja, meliputi penataan Struktur Organisasi (SOTK), perlindungan santri melalui program SAFESANTRI, validasi data akurat berbasis By Name By Address via SIMTREN, penguatan dakwah digital, serta kemandirian eko-pesantren.

‎Poin terpenting dalam program prioritas tersebut juga mencakup upaya penyelesaian duplikasi data santri, peningkatan kesejahteraan pembina asrama dan ustad, serta penguatan ekonomi umat melalui pembentukan ribuan Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP) dan penyediaan dapur gizi santri,” jelasnya.

‎Seluruh rangkaian transformasi kelembagaan dan strategi pesan-pesan tersebut pada akhirnya diselaraskan dengan persiapan perayaan Hari Santri 2026 yang mengusung tema besar "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas".

‎Rangkaian perayaan Hari Santri 2026 tersebut diisi dengan berbagai agenda penting seperti Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN), festival sarung dan peci, expo kemandirian pesantren, hingga malam bakti santri untuk negeri yang pelaksanaannya turut didukung penuh oleh seluruh satuan kerja di daerah, termasuk oleh Miftahus Surur selaku Kepala Kankemenag Lampung Barat.

‎