Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Peringati HGN, M. Surur Sampaikan Mandat Menag RI; Keberdayaan Guru, Fondasi Bangsa Maju

Selasa, 26 November 2024 Humas Lambar
Peringati HGN, M. Surur Sampaikan Mandat Menag RI; Keberdayaan Guru, Fondasi Bangsa Maju
Humas Lambar
Humas Lambar

Peringati HGN, M. Surur Sampaikan Mandat Menag RI; Keberdayaan Guru, Fondasi Bangsa Maju

Lampung Barat, Kemenag (Humas) -- saat menjadi Pembina Upacara Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-79, Plt Kepala Kementerian Agama Kabupaten Lampung Barat H. Miftahus Surur, S.Ag.,M.Si menyampaikan amanat Menteri Agama RI. Tampak hadir Kasi Penmad H. Mukip Zaman, Spd.,MM, Kasi Papki H. Ali Mukhtar, S.Ag.,MM, Plt. PHU Hj. Linda Susilawati, S.Ag.,M.Ag, Plt. Peny. Hindu Wayan Hadi Wiryana, S.Ag, Pengawas Erpinsyahputra, S.Ag, Kepala MAN 1 Lambar H. Iksanudin, M.Pd, Para Dewan Guru dan Siswa/i MAN 1 Lambar. Bertempat di Lingkungan MAN 1 Kabupaten Lampung Barat. Senin, 25 November 2024.

Dalam momen penuh inspirasi. Hari ini, Kemenag Lambar beserta jajaran melaksanakan upacara memperingati Hari Guru Nasional dengan tema besar yang sangat relevan dan penuh harapan: “Guru Berdaya, Indonesia Jaya”. Tema ini mengingatkan kita akan esensi pentingnya keberdayaan guru dalam membangun peradaban bangsa yang unggul dan bermartabat.

"Dalam Sejarah umat manusia, peran guru selalu menjadi fondasi utama dalam membangun masyarakat yang maju. Guru bukan sekadar penyampai ilmu, tetapi pembentuk karakter, inspirator, dan penjaga nilai-nilai moral. Mereka adalah penerang yang membimbing generasi muda menuju masa depan. Tidak berlebihan jika kisah Kaisar Jepang, Hirohito, pasca Perang Dunia II, menggambarkan pentingnya guru sebagai kunci kebangkitan sebuah bangsa," ungkap Miftahus Surur menyampaikan amanat.

Lebih lanjut, Ia menyampaikan bahwa di Indonesia, sejarah pendidikan mencatat bahwa guru adalah pilar penting dalam membangun masyarakat yang berdaya. Namun, tantangan di era modern seperti saat ini semakin kompleks. Perkembangan teknologi, derasnya arus informasi, dan dinamika sosial menuntut guru untuk beradaptasi, bahkan bertransformasi.

"Di sinilah tema Guru Berdaya, Indonesia Jaya menemukan maknanya. Guru berdaya adalah mereka yang tidak hanya memiliki kompetensi dalam bidang akademik, tetapi juga mampu menginspirasi, berinovasi, dan menjadi agen perubahan," lanjutnya.

Guru yang berdaya mampu menggunakan teknologi untuk memperkaya pembelajaran, menghidupkan nilai-nilai karakter dalam proses pendidikan, dan menjadikan dirinya teladan bagi murid-muridnya. Ketika guru berdaya, maka Indonesia jaya bukanlah sekadar slogan, melainkan visi yang dapat diwujudkan. Bangsa yang kuat adalah bangsa yang memiliki generasi muda berkarakter tangguh, berpikir kritis, dan berdaya saing global. Semua itu bermula dari tangan-tangan guru yang berdedikasi

"Di tengah peringatan Hari Guru Nasional ini, marilah kita merenungkan langkah bersama untuk memastikan keberdayaan guru dalam menghadapi tantangan zaman. Pentingnya penguatan kompetensi guru. Guru harus terus didukung dengan pelatihan dan akses terhadap internet dan teknologi, agar mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati dirinya sebagai pembimbing moral," jelasnya.

Selain itu, Perlunya memberikan penghargaan dan dukungan bagi Guru dan Tenaga Kependidikan. Guru dan Tenaga Kependidikan yang sejahtera akan mampu mengabdikan dirinya dengan lebih maksimal. Dukungan dari pemerintah, masyarakat, dan orang tua sangat penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif dan inklusif.

"Tak kalah penting, perlunya meningkatkan kemitraan strategis. Guru harus mampu merangkul orang tua dan komunitas sebagai mitra dalam mendidik. Kolaborasi yang baik akan memperkuat fondasi pendidikan nasional yang pada akhirnya dapat melahirkan sumber daya manusia yang mampu dan memiliki keluhuran budipekerti," katanya.

Ditengah gempuran informasi dan trend setter budaya asing yang semakin massif, pendidikan karakter sebagai prioritas dari objek pembelajaran oleh guru. Di tengah derasnya tantangan zaman, guru harus menjadi penjaga nilai-nilai moral yang menjadi landasan Indonesia yang maju dan bermartabat.

"Marilah kita semua, baik sebagai pendidik, orang tua, maupun masyarakat umum, berdiri bersama untuk mendukung peran guru dalam mencetak generasi emas bangsa. Karena pada akhirnya, masa depan peradaban dunia, termasuk kejayaan Indonesia, bertumpu pada kualitas pendidikan yang diberikan oleh guru-guru kita," ajaknya.

Namun demikian guru harus mendapatkan perhatian dan apresiasi yang layak dari pemerintah dengan tetap memperhatikan kesejahtaraan dan peningkatan kualitas agar mereka dapat melahirkan generasi muda yang unggul dan berjiwa mulia. Kebijakan terkait kesejahteraan guru perlu didorong dan diimplementasikan secara lebih nyata sebagai mandat dari Undang- undang.

"Ada sebuah pesan dari Nelson Mandela yang menggetarkan kepada kita semua tentang peran guru yang dikutip dari bukunya yang berbunyi “pendidikan adalah senjata paling ampuh yang bisa anda gunakan untuk mengubah dunia”. Sekali lagi saya sampaikan selamat Hari Guru Nasional!," tandasnya. (Boy/Mela Basyar)