Tanjung Bintang, KUA (Humas) — Menjadi keluarga baru bukan hanya soal kesiapan menjalani kehidupan rumah tangga. Calon pengantin di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan, juga diajak membangun kepedulian terhadap lingkungan melalui penanaman pohon dalam rangkaian Bimbingan Perkawinan (Bimwin), Selasa (6/10/2026).
Para calon pengantin menyerahkan bibit pohon untuk ditanam dan dirawat sebagai bagian dari gerakan “Satu Pohon Sejuta Manfaat”. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengenalan program Ekoteologi Kementerian Agama, yang menempatkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab manusia.
Kepala KUA Kecamatan Tanjung Bintang, H. Puji Purwanto Adung, mengatakan kepedulian lingkungan perlu dikenalkan sejak calon pengantin mempersiapkan kehidupan keluarga.
“Melalui program Ekoteologi ini, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa membangun keluarga juga harus diiringi dengan kepedulian terhadap lingkungan. Bibit yang ditanam hari ini semoga menjadi amal kebaikan yang terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi kehidupan,” ujar Puji.
Selain ekoteologi, peserta mendapat pembekalan kesehatan reproduksi dan pencegahan stunting dari petugas Puskesmas Tanjung Bintang, Erni Yunita Sari. Materi tersebut membekali calon pengantin untuk mempersiapkan kesehatan sebelum membangun keluarga.
Penghulu KUA Kecamatan Tanjung Bintang, Wiwin Darwin memberikan materi tentang keluarga sakinah. Ia menekankan pentingnya komunikasi, kesabaran, saling menghargai, dan tanggung jawab dalam membangun rumah tangga.
“Keluarga sakinah tidak terbentuk hanya karena adanya pernikahan, tetapi perlu dibangun dengan ilmu, komunikasi, kesabaran, dan tanggung jawab,” kata Wiwin.
Peserta juga mengikuti simulasi ijab kabul untuk memberikan gambaran praktis mengenai pelaksanaan akad nikah.
Rangkaian Bimwin tersebut memperlihatkan bahwa persiapan pernikahan tidak berhenti pada kesiapan pasangan menjalani akad. Calon pengantin juga dibekali pengetahuan tentang kesehatan, kehidupan keluarga, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Bagi para calon pengantin, pohon yang ditanam menjadi pengingat bahwa keluarga dan lingkungan sama-sama membutuhkan perawatan agar dapat tumbuh dan memberi manfaat dalam jangka panjang. (Evi)