Bangun Rejo, KUA (Humas)- Pentingnya pola asuh yang tepat dalam membentuk karakter anak menjadi perhatian dalam kegiatan sosialisasi dan pembinaan parenting di TK Ma’arif. Kegiatan yang dilaksanakan melalui kolaborasi Kantor Urusan Agama (KUA) Bangun Rejo, bersama lintas sektor ini memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai pengasuhan berbasis nilai-nilai Islam sekaligus pencegahan perundungan (bullying) sejak usia dini (25/09/2026).
Melalui kegiatan tersebut, orang tua diajak memahami bahwa keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama bagi anak. Pola komunikasi, perhatian, dan keteladanan yang diberikan orang tua memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian, perilaku, serta perkembangan emosional anak.
Dalam penyampaian materi, Hj. Sri Suharni, S.Ag., M.Pd., menguraikan berbagai bentuk pola pengasuhan, yakni otoriter, permisif, abai, dan demokratis. Setiap pola pengasuhan memiliki pendekatan berbeda yang dapat memengaruhi perkembangan karakter dan kemandirian anak.
Sri Suharni menekankan pentingnya menerapkan pola asuh demokratis yang selaras dengan nilai-nilai Islam. Orang tua perlu memberikan kasih sayang, membangun komunikasi dua arah, menetapkan batasan yang jelas, serta membimbing anak dengan penuh tanggung jawab.
Ia mengaitkan prinsip pengasuhan tersebut dengan keteladanan Luqmanul Hakim sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an Surah Luqman ayat 13–16. Pendidikan anak dimulai dengan pengenalan kepada Allah SWT, penanaman akidah, serta pembentukan akhlak dan budi pekerti.
Selain pendidikan agama, orang tua juga memiliki tanggung jawab membekali anak dengan ilmu pengetahuan dan kemampuan bersosialisasi. Anak perlu diberikan kesempatan untuk mengenal lingkungan, berinteraksi dengan orang lain, serta belajar memahami tanggung jawab sesuai tahapan usianya.
Pendekatan yang penuh kasih sayang menjadi perhatian penting dalam materi tersebut. Orang tua diingatkan agar membiasakan diri menyapa anak dengan lemah lembut, mendengarkan cerita mereka, memberikan perhatian, serta membangun kedekatan emosional melalui interaksi sehari-hari.
Pelukan hangat dan perhatian orang tua juga dapat memberikan rasa aman, menumbuhkan kepercayaan diri, serta memperkuat hubungan emosional antara anak dan keluarga.
Sementara itu, Hj. Ulfa Nurhidayati, S.Ag., menyampaikan materi mengenai pencegahan bullying. Pembahasan ini menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan anak, baik di rumah maupun di sekolah.
Melalui materi tersebut, orang tua diharapkan semakin memahami pentingnya menanamkan sikap saling menghargai, menghormati perbedaan, serta membiasakan anak berkomunikasi tanpa melakukan tindakan yang menyakiti orang lain.
Pencegahan perundungan membutuhkan keterlibatan bersama antara keluarga dan lingkungan pendidikan. Komunikasi yang terbuka antara orang tua, anak, dan guru menjadi salah satu langkah penting agar anak merasa aman untuk menyampaikan pengalaman maupun persoalan yang dihadapinya.
Kolaborasi KUA bersama lintas sektor melalui kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak sekaligus membangun kesadaran mengenai pentingnya pengasuhan yang tepat.
Melalui pembinaan parenting, orang tua diharapkan tidak hanya memahami kebutuhan pendidikan anak, tetapi juga mampu menghadirkan lingkungan keluarga yang penuh kasih sayang, menanamkan nilai-nilai agama, dan melindungi anak dari berbagai bentuk kekerasan maupun perundungan.
Humas Lampung Tengah