Jl. H. Muchtar No. 1, Komering Agung, Kecamatan Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung 34161 kemenaglamteng@gmail.com

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Darma Wanita Persatuan

DWP Kemenag Lamteng Dorong Kesetaraan melalui Seminar Peduli Inklusi

Selasa, 13 Oktober 2026 • Humas Lampung Tengah •Editor: Aziz
DWP Kemenag Lamteng Dorong Kesetaraan melalui Seminar Peduli Inklusi
Humas Lampung Tengah
Humas Lampung Tengah
Foto: Humas Lampung Tengah

Lampung Tengah, Kemenag (Humas) — Kesadaran tentang inklusi dan kesetaraan menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan sosial yang menghargai martabat setiap individu. Prinsip tersebut menjadi perhatian dalam Seminar Dharma Wanita Persatuan (DWP) bertajuk “Peduli Inklusi, Bersama Setara Tanpa Batas” yang diselenggarakan di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah, Selasa (13/10/2026).

DWP Kemenag Lampung Tengah bertindak sebagai tuan rumah dalam kegiatan yang diikuti pengurus dan anggota DWP Kemenag dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Lampung. Kegiatan ini dihadiri Ketua DWP Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Ny. Siti Aisyah Zulkarnain, Wakil Ketua DWP Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Ny. Fenny Yan Maradona, serta jajaran DWP Kemenag Lampung Tengah, Way Kanan, Lampung Barat, Lampung Utara, dan kabupaten/kota lainnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan laporan Ketua DWP Kemenag Lampung Tengah, Ny. Siti Romadiyah Maryan Hasan. Dalam kapasitasnya sebagai tuan rumah, ia mengawali kegiatan dengan menyampaikan laporan penyelenggaraan seminar sekaligus menempatkan pertemuan tersebut sebagai ruang bersama untuk memperkuat pemahaman mengenai inklusi dan kesetaraan.

Seminar ini mengangkat tema yang relevan dengan kehidupan masyarakat, yakni pentingnya membangun lingkungan yang memberikan kesempatan setara kepada setiap individu, menghargai perbedaan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap kelompok yang membutuhkan dukungan. Melalui tema tersebut, DWP diharapkan tidak hanya menjadi organisasi yang menjalankan program internal, tetapi juga mampu mengambil bagian dalam membangun kesadaran sosial di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan DWP dari sejumlah kabupaten/kota juga membuka ruang komunikasi dan pertukaran pengalaman antarpengurus. Pertemuan lintas daerah ini menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan kelembagaan, menyelaraskan pemahaman, serta mendorong pelaksanaan program organisasi yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Setelah laporan ketua DWP selaku tuan rumah, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah, H. Maryan Hasan, S.Ag., M.Pd.I.

Dalam sambutannya, Maryan Hasan menekankan bahwa kepedulian terhadap inklusi perlu dibangun melalui pemahaman yang benar dan diwujudkan dalam tindakan nyata. Kesetaraan tidak cukup dipahami sebagai konsep, tetapi harus tercermin dalam cara seseorang memperlakukan orang lain, memberikan kesempatan untuk berpartisipasi, serta menghormati perbedaan kondisi dan latar belakang.

Menurut perspektif tersebut, keluarga menjadi salah satu lingkungan utama dalam menanamkan nilai kepedulian, empati, dan penghormatan terhadap sesama. Nilai-nilai itu kemudian perlu diperluas ke lingkungan organisasi dan masyarakat agar tercipta hubungan sosial yang tidak dibatasi oleh prasangka maupun perlakuan diskriminatif.

Maryan juga menempatkan kegiatan seminar sebagai sarana untuk memperluas wawasan dan membangun kepekaan sosial. Melalui pembelajaran bersama, peserta diharapkan dapat memahami bahwa lingkungan inklusif terbentuk dari kesediaan setiap orang untuk mendengarkan, menghargai kebutuhan orang lain, serta membuka kesempatan yang adil bagi semua pihak.

Dalam konteks organisasi DWP, kepedulian terhadap inklusi dapat diterapkan melalui program yang memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan pemahaman anggota, dan menumbuhkan partisipasi sosial. Peran tersebut penting karena keluarga merupakan ruang awal pembentukan karakter, sedangkan organisasi dapat menjadi wadah untuk memperluas praktik kepedulian secara terarah dan berkelanjutan.

Rangkaian sambutan kemudian dilanjutkan oleh Ketua DWP Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Ny. Siti Aisyah Zulkarnain, yang sekaligus membuka seminar secara resmi.

Dalam sambutannya, Siti Aisyah menempatkan tema “Peduli Inklusi, Bersama Setara Tanpa Batas” sebagai pengingat bahwa kesetaraan dan penghargaan terhadap perbedaan perlu menjadi bagian dari sikap serta pelaksanaan program organisasi. Kepedulian terhadap inklusi membutuhkan keterlibatan bersama, bukan hanya pemahaman dari satu kelompok, sehingga setiap individu dapat memperoleh ruang untuk berkembang dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial.

Ia juga menekankan pentingnya peran DWP dalam membangun kesadaran tersebut melalui lingkungan keluarga dan organisasi. Sebagai wadah yang mempertemukan perempuan dari berbagai latar belakang, DWP memiliki ruang untuk mengembangkan kegiatan edukatif, memperkuat solidaritas, dan mendorong tumbuhnya kepedulian terhadap persoalan sosial di sekitarnya.

Keterlibatan DWP dari berbagai kabupaten/kota dalam seminar ini menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan antardaerah sekaligus memperluas perspektif anggota mengenai isu inklusi. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman diharapkan dapat menjadi bekal bagi masing-masing pengurus dalam mengembangkan program yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan kerja maupun masyarakat setempat.

Setelah dibuka secara resmi, seminar dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh H. Untoro, M.Pd., Kepala MTs Negeri 1 Lampung Tengah. Materi yang disampaikan berfokus pada tema inklusi dan pentingnya membangun pemahaman tentang kesetaraan dalam kehidupan sehari-hari.

Pembahasan tersebut menjadi bagian dari proses edukasi bagi peserta untuk melihat inklusi secara lebih luas, yakni sebagai upaya membangun lingkungan yang menghormati martabat manusia, menerima keberagaman, dan memberikan ruang partisipasi yang adil. Pemahaman semacam ini penting agar kepedulian tidak berhenti pada wacana, tetapi dapat diterapkan melalui perilaku, komunikasi, dan keputusan sehari-hari.

Melalui seminar, peserta diharapkan dapat memperkuat kepekaan terhadap kondisi orang lain serta memahami pentingnya menghindari sikap yang membatasi kesempatan seseorang untuk berpartisipasi. Lingkungan yang inklusif membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari keluarga, organisasi, lembaga pendidikan, hingga masyarakat secara luas.

Selain seminar, kegiatan juga dirangkaikan dengan bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Bazar tersebut memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk dan memperluas jangkauan pemasaran. Kehadiran unsur pemberdayaan ekonomi ini turut melengkapi kegiatan, sehingga pertemuan DWP tidak hanya berorientasi pada pengembangan wawasan, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi.

Penyelenggaraan bazar UMKM sekaligus memperlihatkan bahwa kegiatan organisasi dapat dikembangkan dengan menggabungkan aspek edukasi, penguatan jejaring, dan pemberdayaan. Dengan dukungan promosi serta partisipasi peserta, kegiatan semacam ini berpotensi menjadi ruang untuk memperkenalkan produk lokal dan membangun hubungan antara pelaku usaha dengan calon konsumen.

Partisipasi DWP Kemenag dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Lampung menjadi salah satu unsur penting dalam kegiatan tersebut. Selain mengikuti materi seminar, para peserta memiliki kesempatan untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat komunikasi antarpengurus. Hubungan yang terbangun diharapkan dapat mendukung koordinasi program serta mendorong pertukaran praktik baik dalam pelaksanaan kegiatan DWP.

Bagi DWP Kemenag Lampung Tengah, peran sebagai tuan rumah menjadi bagian dari kontribusi dalam mendukung pelaksanaan agenda organisasi di tingkat provinsi. Sementara bagi seluruh peserta, seminar ini menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman bersama mengenai pentingnya inklusi dan menerjemahkannya ke dalam kegiatan yang memberikan manfaat bagi keluarga serta masyarakat.

Seminar “Peduli Inklusi, Bersama Setara Tanpa Batas” diharapkan tidak berhenti sebagai agenda pertemuan, melainkan menjadi penguatan komitmen untuk membangun lingkungan yang menghargai perbedaan, menumbuhkan kepedulian, dan membuka kesempatan yang setara bagi setiap individu. Melalui peran aktif DWP dan kolaborasi lintas daerah, nilai inklusi diharapkan semakin memperoleh tempat dalam kehidupan keluarga, organisasi, dan masyarakat.