Lampung Tengah, Kemenag (Humas) — Pembinaan generasi muda tidak cukup hanya berorientasi pada pendidikan akademik, tetapi juga perlu memperkuat karakter, pemahaman agama, dan kesiapan menghadapi kehidupan berkeluarga. Hal tersebut menjadi perhatian dalam sosialisasi Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) dan Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) yang dilaksanakan di MAN 1 Lampung Tengah dan Pondok Pesantren Baitul Mustaqim, Punggur.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah, H. Maryan Hasan, S.Ag., M.Pd.I., menghadiri kegiatan tersebut bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Dr. H. Zulkarnain, S.Ag., M.Hum. Kegiatan ini turut dihadiri Bunda Nessy, Anggota Komisi VIII DPR RI, KH. Muhtar Ghozaly selaku Pengasuh Pondok Pesantren Baitul Mustaqim, Kabid Urais, Kasi Bimas Islam, Kasi Penmad, Kepala MAN 1 Lampung Tengah, serta Kepala KUA Kecamatan Punggur, Terbanggi Besar, Gunung Sugih, Seputih Agung, dan Kota Gajah.
Sosialisasi menghadirkan Dr. Evi Ghozaly, M.Pd., dan Yamin Hasis, S.H., sebagai narasumber yang memberikan pembekalan mengenai pembentukan karakter remaja, pergaulan sehat, serta kesiapan membangun kehidupan berkeluarga. Materi tersebut diarahkan untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan dan nilai-nilai yang diperlukan dalam menghadapi tantangan sosial serta merencanakan masa depan.
Dalam sambutannya, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Dr. H. Zulkarnain, S.Ag., M.Hum., menegaskan bahwa BRUS dan BRUN merupakan bagian penting dari upaya mempersiapkan generasi muda yang berkarakter, memiliki pemahaman agama yang baik, dan mampu mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
Ia menjelaskan bahwa masa remaja merupakan fase penting dalam pembentukan kepribadian dan penentuan arah masa depan. Karena itu, pembinaan perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui penguatan nilai agama, edukasi pergaulan sehat, pengendalian diri, serta pendampingan dalam menghadapi berbagai pengaruh lingkungan.
Zulkarnain juga menekankan bahwa kesiapan membangun rumah tangga membutuhkan kematangan emosional, tanggung jawab, serta pemahaman mengenai hak dan kewajiban suami istri. Edukasi tersebut penting agar remaja memahami bahwa perkawinan merupakan komitmen jangka panjang yang perlu dipersiapkan secara matang.
Menurutnya, pencegahan perkawinan anak membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari keluarga, lembaga pendidikan, pesantren, hingga Kementerian Agama melalui KUA dan penyuluh agama. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat pendampingan kepada remaja, mendorong keberlanjutan pendidikan, serta menanamkan kesadaran untuk merencanakan masa depan dengan bijaksana.
Sementara itu, Kepala Kemenag Lampung Tengah, H. Maryan Hasan, S.Ag., M.Pd.I., menyambut baik pelaksanaan sosialisasi BRUS dan BRUN sebagai bagian dari penguatan pembinaan generasi muda. Menurutnya, remaja perlu dibekali pemahaman agama, karakter yang baik, dan pengetahuan mengenai pergaulan sehat agar mampu menghadapi perkembangan lingkungan sosial secara bijaksana.
Maryan menilai, pendidikan dan kesiapan diri merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan sebelum seseorang memasuki kehidupan berkeluarga. Pemahaman mengenai tanggung jawab, hak dan kewajiban dalam rumah tangga, serta pentingnya merencanakan masa depan perlu ditanamkan sejak dini agar generasi muda dapat mengambil keputusan secara matang.
Ia berharap kolaborasi antara Kemenag, madrasah, pesantren, dan KUA terus diperkuat sehingga pembinaan remaja dapat berlangsung secara konsisten dan menjangkau lebih banyak peserta. Materi yang disampaikan dalam sosialisasi juga diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui edukasi dan pendampingan di lingkungan pendidikan maupun masyarakat.
Pelaksanaan sosialisasi di MAN 1 Lampung Tengah dan Pondok Pesantren Baitul Mustaqim menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman generasi muda mengenai pembentukan karakter, pergaulan sehat, dan kesiapan kehidupan berkeluarga. Melalui pembinaan yang terarah, remaja diharapkan mampu mengembangkan potensi diri, menyelesaikan pendidikan, serta menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
Kemenag Provinsi Lampung dan Kemenag Kabupaten Lampung Tengah diharapkan terus memperkuat sinergi dengan lembaga pendidikan, pesantren, KUA, keluarga, dan masyarakat dalam mendukung pembinaan generasi muda. Upaya tersebut menjadi bagian dari ikhtiar membangun generasi yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, serta mampu mempersiapkan masa depan dan membentuk keluarga yang harmonis.
Humas Lampung Tengah