Lampung Tengah, Kemenag (Humas)- Upaya penguatan toleransi dan kerukunan antarumat beragama terus diperkuat di Kabupaten Lampung Tengah melalui kegiatan Diskusi Peningkatan Toleransi Antarumat Beragama yang digelar di Gedung Beguwai Jejamo Wawai (BJW), Selasa (19/5/2026). Kegiatan tersebut dihadiri langsung Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah H. Maryan Hasan sebagai bentuk komitmen Kementerian Agama dalam menjaga keharmonisan kehidupan beragama di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Sinkronisasi, Koordinasi, dan Pengendalian (SKP) kebijakan kerukunan umat beragama yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia dalam rangka mendukung Prioritas Nasional RPJMN 2025-2029 terkait penguatan toleransi, moderasi beragama, dan persatuan bangsa.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Deputi Bidang Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK Prof. Warsito, Plt. Bupati Lampung Tengah, Kepala Kanwil Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung Dr. H. Zulkarnain, Ketua FKUB Kabupaten Lampung Tengah H. Mutawali, Plt. Kepala Badan Kesbangpol Lampung Tengah Rahmat Danil, para camat, kepala kampung, tokoh agama, organisasi masyarakat, serta unsur lintas instansi di Kabupaten Lampung Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, H. Maryan Hasan menegaskan bahwa kerukunan umat beragama menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas sosial, persatuan, serta keharmonisan kehidupan masyarakat yang majemuk.
Menurutnya, toleransi harus terus dirawat melalui komunikasi, dialog, dan sinergi antar seluruh elemen masyarakat agar potensi perbedaan tidak berkembang menjadi konflik sosial.
"Melalui kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga toleransi serta menciptakan suasana yang damai dan harmonis di Kabupaten Lampung Tengah," ujarnya.
Sementara itu, Dr. H. Zulkarnain dalam arahannya menekankan bahwa moderasi beragama harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Ia menilai keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan kekuatan besar yang harus dijaga bersama.
"Kerukunan tidak lahir begitu saja, tetapi dibangun melalui sikap saling menghormati, saling memahami, dan kesediaan hidup berdampingan dalam keberagaman. Karena itu, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab menjaga persatuan dan memperkuat nilai toleransi," tegasnya.
Kegiatan kemudian diisi dengan diskusi panel dan sesi tanya jawab bersama peserta dari unsur FKUB, tokoh agama, organisasi masyarakat, serta berbagai instansi terkait. Diskusi berlangsung dinamis dengan pembahasan mengenai strategi penguatan moderasi beragama, pencegahan potensi konflik sosial, serta upaya membangun kehidupan masyarakat yang damai, inklusif, dan harmonis di Kabupaten Lampung Tengah.