Lampung Tengah (Humas) — Penguatan pendidikan Al-Qur’an menjadi bagian penting dalam membentuk generasi madrasah yang berprestasi sekaligus berkarakter. Komitmen tersebut tercermin dalam pelaksanaan Musabaqah Tilawatil dan Tahfidzul Qur’an Madrasah (MT2QM) ke-VI tingkat Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MIN 1 Lampung Tengah yang dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah melalui Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad), Syarifuddin, S.Pd., M.Pd., di MI Miftahul Huda, Tanggulangin, Kecamatan Punggur, Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan ini menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan membaca, melantunkan, menghafal, dan menyampaikan nilai-nilai Al-Qur’an. Lebih dari sekadar kompetisi, MT2QM diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan terhadap kitab suci serta membentuk peserta didik yang memiliki akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam laporan panitia, Supangat, S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan bahwa MT2QM ke-VI diikuti peserta dari berbagai madrasah dengan empat cabang perlombaan. Cabang tilawah diikuti 36 peserta, tahfidz 44 peserta, tartil 40 peserta, dan dai 23 peserta. Kegiatan ini juga melibatkan 26 kepala madrasah serta 100 guru pendamping.
Partisipasi tersebut menunjukkan keterlibatan madrasah dalam memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi di bidang Al-Qur’an. Melalui kompetisi yang sehat, siswa diharapkan memperoleh pengalaman, meningkatkan kepercayaan diri, serta belajar menghargai kemampuan dan prestasi orang lain.
Dalam sambutannya, Syarifuddin menyampaikan apresiasi kepada panitia, kepala madrasah, guru pendamping, dan seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan. Ia menegaskan bahwa MT2QM tidak semestinya hanya berorientasi pada perolehan juara, tetapi juga menjadi sarana pembinaan kemampuan keagamaan dan penanaman nilai-nilai Al-Qur’an sejak dini.
Menurutnya, pendidikan madrasah memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan kemampuan intelektual peserta didik sekaligus membangun karakter dan kepribadian yang berlandaskan nilai agama. Karena itu, kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an perlu berjalan seiring dengan pemahaman serta pengamalan ajarannya.
Generasi Qur’ani, dalam konteks tersebut, bukan hanya mereka yang mampu melantunkan atau menghafal ayat-ayat Al-Qur’an, melainkan juga generasi yang berupaya menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman bersikap, bertutur kata, dan berinteraksi dengan sesama. Pembinaan semacam ini membutuhkan keterlibatan madrasah, guru, keluarga, dan lingkungan masyarakat.
Selain penguatan pendidikan Al-Qur’an, Syarifuddin juga menekankan pentingnya implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di lingkungan madrasah. Pendekatan ini mengedepankan nilai cinta, kasih sayang, kepedulian, penghormatan, dan penghargaan terhadap sesama sebagai bagian dari proses pendidikan.
Ia mendorong kepala madrasah dan guru untuk menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kegiatan pembelajaran maupun budaya madrasah. Pendidikan, menurutnya, perlu berlangsung dalam suasana yang aman, nyaman, ramah, inklusif, dan menghargai setiap peserta didik, sehingga mereka dapat berkembang sesuai potensi masing-masing.
Penerapan KBC juga perlu tercermin dalam hubungan antara guru dan siswa, cara menyelesaikan persoalan di lingkungan madrasah, serta pembiasaan sikap saling menghormati. Dengan demikian, pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga menumbuhkan empati, kepedulian, tanggung jawab, dan akhlak mulia.
Semangat tersebut memiliki keterkaitan erat dengan penyelenggaraan MT2QM. Pembelajaran Al-Qur’an pada hakikatnya tidak berhenti pada penguasaan kemampuan teknis, tetapi juga diarahkan pada pembentukan perilaku yang mencerminkan pesan-pesan kebaikan di dalamnya. Nilai kasih sayang, kejujuran, kesabaran, toleransi, dan kepedulian perlu hadir dalam keseharian peserta didik, termasuk ketika mengikuti perlombaan.
Melalui MT2QM ke-VI, madrasah di lingkungan KKM MIN 1 Lampung Tengah diharapkan semakin memperkuat kerja sama dalam mengembangkan pendidikan Al-Qur’an. Para peserta juga didorong untuk menjunjung tinggi sportivitas, menghormati sesama peserta, dan menjadikan hasil perlombaan sebagai motivasi untuk terus belajar serta meningkatkan kemampuan.
Penyelenggaraan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk menghadirkan pendidikan madrasah yang memadukan prestasi, penguatan nilai keagamaan, dan pembentukan karakter. Dengan dukungan kepala madrasah, guru, dan seluruh pemangku kepentingan, MT2QM diharapkan berkontribusi dalam melahirkan generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak, berprestasi, serta mampu menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Humas Lampung Tengah