Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Perkuat Sradha Dan Bhakti, Penyuluh Agama Hindu Dampingi Tirtayatra Lokal WHDI

Kamis, 09 Juli 2026 Humas Lampung Tengah Editor: Aziz
Perkuat Sradha Dan Bhakti, Penyuluh Agama Hindu Dampingi Tirtayatra Lokal WHDI
Humas Lampung Tengah
Humas Lampung Tengah
Foto: Ria

Lampung Tengah, Kemenag (Humas) — Pembinaan kehidupan keagamaan tidak hanya dilakukan melalui ceramah atau pembelajaran di ruang-ruang formal, tetapi juga diwujudkan melalui kegiatan spiritual yang mampu mempererat kebersamaan umat. Semangat tersebut tercermin dalam pelaksanaan Tirtayatra Lokal yang diikuti anggota Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Bedeng 10 Trimurjo dengan pendampingan Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Lampung Tengah, Selasa (7/7/2026).

Kegiatan yang diikuti 70 peserta ini menjadi bagian dari pembinaan keagamaan yang bertujuan memperkuat kualitas spiritual umat sekaligus mempererat tali persaudaraan antarsesama umat Hindu melalui perjalanan suci ke sejumlah pura di Kabupaten Lampung Tengah.

Rangkaian tirtayatra diawali dengan persembahyangan di Pura Ulun Danu Tirta Gangga yang berada di SB 13 Kecamatan Seputih Banyak. Selanjutnya, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pura Peluang atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Pura Mobil di Kampung Rama Nirwana, sebelum menutup rangkaian kegiatan dengan persembahyangan bersama di Pura Jagat Karana, Kampung Rama Dewa, Kecamatan Seputih Raman.

Dalam pendampingannya, Penyuluh Agama Hindu memberikan pembinaan mengenai hakikat tirtayatra sebagai salah satu bentuk perjalanan spiritual dalam ajaran Hindu. Selain menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tirtayatra juga mengajarkan umat untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat śraddhā (keyakinan) dan bhakti, serta menumbuhkan sikap saling menghormati dan mempererat rasa persaudaraan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, seluruh peserta mengikuti persembahyangan dengan penuh kekhusyukan di setiap pura yang dikunjungi. Kebersamaan, kedisiplinan, dan semangat gotong royong tampak mewarnai setiap rangkaian kegiatan, mencerminkan nilai-nilai Dharma yang terus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Penyuluh Agama Hindu juga mengajak seluruh peserta agar menjadikan pengalaman spiritual selama tirtayatra sebagai motivasi untuk meningkatkan kualitas pengamalan ajaran agama, baik dalam kehidupan keluarga maupun di tengah masyarakat. Menurutnya, nilai-nilai Dharma akan memberikan manfaat yang nyata apabila diwujudkan dalam sikap saling menghargai, menjaga kerukunan, serta peduli terhadap lingkungan dan sesama.

Kegiatan Tirtayatra Lokal menjadi bukti bahwa pembinaan keagamaan dapat dilakukan melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan umat. Sinergi antara penyuluh agama dan organisasi keagamaan menjadi kekuatan penting dalam memperluas jangkauan pembinaan spiritual, menanamkan nilai-nilai Dharma dalam kehidupan sehari-hari, serta memperkokoh kerukunan dan harmoni sosial. Melalui kegiatan seperti ini, Kementerian Agama terus mendorong hadirnya pembinaan keagamaan yang berdampak nyata, sehingga nilai-nilai keagamaan tidak hanya dipahami, tetapi juga diwujudkan dalam sikap dan perilaku yang membawa manfaat bagi umat dan masyarakat luas.