Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Monitoring KUA Bandar Sribhawono, Rokhman Tekankan Layanan Berdampak bagi Masyarakat

Selasa, 20 Oktober 2026 • Humas Lampung Timur •Editor: Aditya
Monitoring KUA Bandar Sribhawono, Rokhman Tekankan Layanan Berdampak bagi Masyarakat
Humas Lampung Timur
Humas Lampung Timur
Foto: Nia

Lampung Timur, Kemenag (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur, Rokhman, melakukan monitoring dan pembinaan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bandar Sribhawono, Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini bertujuan memantau pelaksanaan tugas dan fungsi KUA, memperkuat kualitas pelayanan publik, serta memastikan program keagamaan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kepala KUA Bandar Sribhawono, Herizal Aspar, bersama penghulu, penyuluh agama, operator, dan seluruh staf KUA mengikuti pembinaan tersebut. Dalam arahannya, Rokhman menegaskan bahwa KUA merupakan unit kerja Kementerian Agama di tingkat kecamatan yang menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat.

Menurutnya, posisi strategis tersebut harus diimbangi dengan kinerja yang profesional, bertanggung jawab, dan mampu menjadi teladan. Ia meminta seluruh aparatur menerapkan lima budaya kerja Kementerian Agama serta terus meningkatkan kualitas pengelolaan kantor dan pelayanan kepada masyarakat.

“KUA ini adalah garda terdepan Kementerian Agama. Karena itu, saya berharap seluruh jajaran menunjukkan profesionalitas, tanggung jawab, dan keteladanan, termasuk dalam mengelola kantor dan memberikan pelayanan. Masyarakat harus merasakan kehadiran Kementerian Agama melalui layanan yang semakin baik dan berdampak,” tegas Rokhman.

Ia juga memberikan perhatian khusus terhadap peran penyuluh agama. Menurutnya, keberhasilan penyuluhan tidak cukup diukur dari terlaksananya kegiatan atau banyaknya materi yang disampaikan, tetapi juga perlu dilihat dari perubahan positif yang dirasakan masyarakat, baik dalam kehidupan beragama, kerukunan, sosial, maupun ekonomi.

“Saya berharap penyuluh hadir dengan solusi. Dampaknya bukan hanya religiusitas masyarakat yang meningkat, tetapi juga kerukunan semakin kuat, kehidupan sosial semakin baik, dan kondisi ekonomi masyarakat ikut berkembang. Kita harus bisa melihat hasil nyata dari pembinaan yang dilakukan,” ujarnya.

Rokhman menambahkan, penyuluh agama Islam, Buddha, dan penyuluh agama lainnya memiliki peran penting dalam membina masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan masing-masing. Karena itu, penyuluh perlu memahami persoalan yang dihadapi masyarakat agar materi dan pendekatan penyuluhan tidak bersifat umum semata, tetapi mampu memberikan solusi yang relevan.

Selain penyuluh, penghulu juga diminta terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memperluas perhatian terhadap ketahanan keluarga. Menurut Rokhman, pelayanan pernikahan bukan hanya tentang mempermudah proses pencatatan dan pelaksanaan akad, tetapi juga perlu diikuti upaya membangun kesadaran pasangan untuk menjaga keutuhan rumah tangga.

“Menikahkan itu penting, tetapi bagaimana pasangan mampu mempertahankan pernikahannya juga perlu menjadi perhatian. Karena itu, pelayanan penghulu harus terus ditingkatkan, termasuk melalui edukasi dan pembinaan yang membantu masyarakat membangun keluarga yang kuat,” katanya.


Dalam menghadapi perkembangan zaman, Rokhman mengingatkan seluruh jajaran KUA agar adaptif terhadap perubahan dan pemanfaatan teknologi. Ia menginginkan pemahaman serta pelaksanaan program Kementerian Agama berjalan secara utuh dan saling terhubung, bukan terpisah-pisah. Dengan demikian, pelayanan, penyuluhan, dan program pembinaan dapat saling mendukung dalam mencapai tujuan yang sama.

Ia juga menekankan pentingnya membangun citra positif Kementerian Agama melalui kinerja dan komunikasi publik. Menurutnya, seluruh aparatur KUA memiliki peran dalam menyampaikan informasi yang benar, edukatif, dan menyejukkan kepada masyarakat, termasuk melalui media sosial.

“Yang paling penting, kita sebagai bagian dari Kementerian Agama harus mampu memberikan informasi positif. Saya berharap penyuluh, penghulu, dan seluruh staf KUA aktif menyebarkan konten-konten yang bermanfaat, mengedukasi masyarakat, serta memperkuat kerukunan,” ungkapnya.

Melalui monitoring dan pembinaan tersebut, Rokhman berharap KUA Bandar Sribhawono terus meningkatkan kualitas tata kelola, profesionalitas aparatur, dan mutu pelayanan. Kehadiran KUA diharapkan tidak hanya dirasakan melalui layanan administratif keagamaan, tetapi juga melalui kontribusi berkelanjutan dalam membangun masyarakat yang religius, rukun, dan sejahtera.