Rawajitu Utara, KUA (Humas) – Pencegahan pernikahan anak menjadi perhatian lintas sektor dalam Lokakarya Mini (Lokmin) Lintas Sektoral Triwulan III yang diselenggarakan di wilayah Kecamatan Rawajitu Utara, Kabupaten Mesuji. Dalam forum tersebut, UPTD Puskesmas Sungai Sidang menyampaikan permintaan untuk terlibat dalam gerakan BERANI (Bersama Remaja Anti Nikah Dini), program yang digagas Kantor Urusan Agama (KUA) Rawajitu Utara.
Permintaan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam mencegah pernikahan usia dini yang dinilai dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan. Forum tersebut dihadiri oleh Syahrullah dan Aspar sebagai perwakilan KUA Rawajitu Utara. (05/10)
Pihak UPTD Puskesmas Sungai Sidang menilai pencegahan pernikahan usia dini tidak dapat dilakukan hanya melalui pendekatan medis atau klinis. Dampaknya berkaitan dengan tingginya potensi stunting, risiko kematian ibu dan bayi, serta ketidaksiapan mental dan reproduksi remaja.
Karena itu, pendekatan kultural, bimbingan keluarga, serta edukasi hukum dan keagamaan dinilai penting untuk dilakukan secara bersama melalui program BERANI. Kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat memberikan edukasi yang lebih luas kepada remaja dan keluarga di wilayah Rawajitu Utara.
Merespons permintaan tersebut, Syahrullah dan Aspar menyambut baik komitmen UPTD Puskesmas Sungai Sidang untuk terlibat dalam gerakan BERANI. Kedua pihak sepakat mengintegrasikan bimbingan perkawinan mandiri, pemeriksaan kesehatan fisik calon pengantin (catin), hingga penyuluhan terpadu ke sekolah-sekolah di wilayah kerja Rawajitu Utara.
Sinergi tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam memutus rantai pernikahan dini sekaligus mendukung terwujudnya generasi masa depan Mesuji yang sehat dan tangguh.