Metro, Kemenag (Humas) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Metro melalui Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Metro Timur memfasilitasi prosesi ikrar masuk Islam bagi dua orang mualaf pada Selasa (7/7). Kegiatan yang berlangsung di Kantor KUA Metro Timur ini merupakan bagian dari pelayanan keagamaan Kemenag kepada masyarakat.
Prosesi ikrar dipandu oleh M. Ramadan Habibi. Sebelum mengucapkan dua kalimat syahadat, kedua calon mualaf terlebih dahulu mendapatkan pembinaan mengenai makna syahadat, dasar-dasar akidah Islam, serta komitmen untuk menjalankan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah mengucapkan ikrar syahadat, kedua mualaf melaksanakan penandatanganan berita acara sebagai bagian dari administrasi di KUA Metro Timur. Prosesi tersebut disaksikan oleh Kepala KUA Metro Timur, Ahmat Subandi, seorang Penyuluh Agama Islam, serta seorang kenalan dari masing-masing mualaf yang hadir sebagai saksi. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan khidmat, penuh rasa syukur, dan suasana haru.
Kepala KUA Metro Timur, Ahmat Subandi, menyampaikan bahwa KUA sebagai unit pelayanan di bawah Kementerian Agama memiliki komitmen untuk memberikan layanan keagamaan yang profesional, inklusif, dan berkesinambungan kepada masyarakat, termasuk pendampingan bagi para mualaf.
"Pendampingan tidak berhenti pada prosesi syahadat saja. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, kami berharap para mualaf dapat semakin memahami ajaran Islam, melaksanakan ibadah dengan baik, serta tumbuh menjadi pribadi muslim yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Metro, Abdul Haris, menyampaikan apresiasi atas pelayanan yang diberikan oleh KUA Metro Timur dalam mendampingi masyarakat yang memilih memeluk agama Islam.
"Ikrar masuk Islam merupakan awal dari sebuah perjalanan spiritual yang membutuhkan pendampingan, pembinaan, dan perhatian yang berkelanjutan. Kementerian Agama melalui KUA akan terus hadir memberikan pelayanan terbaik agar para mualaf dapat memahami ajaran Islam secara utuh, mengamalkannya dengan baik, serta merasakan bahwa Kementerian Agama adalah rumah yang memberikan bimbingan dan penguatan dalam kehidupan beragama," ujar Abdul Haris.
Ia menegaskan bahwa Kementerian Agama Kota Metro akan terus memperkuat peran KUA sebagai garda terdepan pelayanan keagamaan yang humanis, profesional, dan mudah diakses masyarakat. Menurutnya, pembinaan terhadap mualaf merupakan bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam menghadirkan layanan yang tidak hanya administratif, tetapi juga memberikan pendampingan spiritual secara berkelanjutan.
Melalui layanan ini, Kementerian Agama Kota Metro terus memperkuat perannya dalam memberikan pelayanan keagamaan yang berkualitas, sekaligus mendampingi masyarakat dalam menjalankan kehidupan beragama sesuai dengan nilai-nilai moderasi beragama.
Penulis: Ismi Azizah
Editor: Mela Basyar