Pesawaran (Humas) — Suasana Aula Kejaksaan Negeri Pesawaran pada Selasa (12/8/2025) terasa hangat dan penuh semangat kolaborasi. Para pemangku kepentingan dari berbagai sektor berkumpul dalam Focus Group Discussion (FGD) UMKM Mitra Adhyaksa, sebuah forum yang digagas oleh Kejaksaan Negeri Pesawaran untuk merumuskan langkah nyata pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Pesawaran.
Salah satu tokoh yang hadir adalah Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran, Farid Wajedi. Dalam forum ini, Farid menegaskan komitmen Kemenag dalam mendorong percepatan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM. Menurutnya, program ini telah menjadi salah satu prioritas nasional, dengan target 1 juta pelaku usaha tersertifikasi halal. “Untuk Pesawaran sendiri, hingga saat ini sudah ada 5.343 pelaku usaha yang berhasil memperoleh sertifikat halal,” ujar Farid, disambut tepuk tangan para peserta.
FGD ini dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Pesawaran, Tandy Mualim, serta dihadiri oleh stakeholder terkait diantaranya ; pimpinan BRI Cabang Pringsewu, Kepala DPMPTSP, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Koperasi, UMK, dan Tenaga Kerja, Dinas Kesehatan, serta perwakilan dari Ikatan Guru PAUD dan TK, Korwil SD, dan MKKS SMP. Mereka bersama-sama membahas percepatan penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), fasilitasi sertifikasi halal, dan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai tiga pilar utama penguatan UMKM.
Farid Wajedi menyambut baik sinergi lintas sektor ini. Baginya, sertifikasi halal bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga strategi peningkatan daya saing produk di pasar yang semakin kompetitif. “Kolaborasi ini adalah langkah strategis. Jika kita bergerak bersama, saya yakin UMKM di Pesawaran bisa naik kelas dan menembus pasar yang lebih luas,” ujarnya dengan optimis.
Dengan semangat gotong royong yang terpancar dari forum ini, harapan besar pun tumbuh untuk melihat UMKM Pesawaran semakin berkembang, tidak hanya dari sisi kuantitas pelaku usaha, tetapi juga kualitas dan daya saing produk yang dihasilkan. (Tim Humas)
Editor : Fadilah