Pesawaran, Kemenag (Humas) – Sebanyak 671 santri dari 35 pondok pesantren se-Kabupaten Pesawaran mengikuti Musabaqah Antar-Pesantren dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026, Rabu (21/10/2026). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Pesawaran tersebut berlangsung di halaman Pondok Pesantren Minhadul Ulum, Trimulyo, Kecamatan Tegineneng.
Musabaqah ini menjadi wadah bagi para santri untuk mengembangkan potensi, meningkatkan kemampuan di bidang keagamaan, serta menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat. Selain itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan ukhuwah Islamiah antarpesantren di Kabupaten Pesawaran.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran, H. Farid Wajedi, S.Ag., M.Kom.I, dalam draf sambutannya menekankan pentingnya menjadikan Hari Santri sebagai momentum untuk memperkuat karakter dan kualitas generasi muda.
“Peringatan Hari Santri bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen dalam mencetak generasi santri yang berilmu, berakhlak mulia, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi agama, bangsa, dan negara,” demikian draf kutipan yang dapat disesuaikan dengan sambutan beliau.
Ia juga diharapkan mendorong para santri untuk menjadikan musabaqah sebagai sarana belajar, meningkatkan kepercayaan diri, dan memperkuat semangat persaudaraan.
“Menang atau kalah bukanlah satu-satunya tujuan. Yang lebih penting adalah semangat belajar, menjunjung sportivitas, serta menjaga nilai-nilai keislaman dalam setiap kompetisi,” demikian alternatif kutipan untuk dikonfirmasi kepada Kepala Kemenag Pesawaran.
Keterlibatan 35 pondok pesantren dengan total 671 santri menunjukkan antusiasme kalangan pesantren dalam menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Pesawaran.
Melalui kegiatan ini, FKPP Pesawaran diharapkan terus memperkuat sinergi antarpesantren dalam membina santri yang unggul dalam ilmu pengetahuan, kuat dalam nilai keagamaan, dan berkarakter moderat.
Semangat Hari Santri diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan musabaqah, tetapi terus diwujudkan melalui penguatan pendidikan pesantren dan kontribusi positif para santri dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. (Violien/Bagus)