Waylayap, Kec. Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung 35366 Kabpesawaran@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Kepala Kemenag Pesawaran Buka Kemah Ekoteologi IPARI, Dorong Penyuluh Peduli Lingkungan

Senin, 19 Oktober 2026 • Humas Pesawaran •Editor: Kevin
Kepala Kemenag Pesawaran Buka Kemah Ekoteologi IPARI, Dorong Penyuluh Peduli Lingkungan
Humas Pesawaran
Humas Pesawaran
Foto: Bagus Setiawan,S.Sn

Pesawaran, Kemenag (Humas) – Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Pesawaran menggelar Kemah Ekoteologi pada 19–20 Oktober 2026 di Banyu Langit, Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat kepedulian terhadap kelestarian lingkungan melalui pendekatan keagamaan.

Kegiatan yang diikuti seluruh anggota IPARI Kabupaten Pesawaran tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran, Farid Wajedi. Hadir pula Ketua IPARI Provinsi Lampung, Ismail Soleh, serta para kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Pesawaran.

Kemah Ekoteologi menjadi wadah bagi para penyuluh agama untuk memperkuat pemahaman mengenai hubungan antara nilai-nilai keagamaan dan pelestarian lingkungan. Melalui kegiatan ini, penyuluh agama diharapkan mampu menyampaikan pesan keagamaan yang mendorong masyarakat untuk menjaga alam sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual.

Ekoteologi menekankan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari pengamalan nilai-nilai agama. Oleh karena itu, peran penyuluh agama tidak hanya terbatas pada pembinaan kehidupan keagamaan, tetapi juga mencakup upaya menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan, merawat alam, dan melestarikan lingkungan.

Selain menjadi sarana pembelajaran, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan solidaritas, serta memperkuat sinergi antarpenyuluh agama di Kabupaten Pesawaran.

Melalui Kemah Ekoteologi, IPARI Kabupaten Pesawaran diharapkan dapat memperkuat peran penyuluh agama sebagai penggerak kepedulian lingkungan di tengah masyarakat. Pesan-pesan keagamaan diharapkan tidak hanya disampaikan melalui ceramah dan pembinaan, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong terwujudnya masyarakat yang religius, peduli lingkungan, dan mampu menjaga keharmonisan antara kehidupan manusia dan alam. Violien/Bagus