Pesawaran, Kemenag (Humas) – Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Pesawaran menggelar kegiatan pelepasan benih ikan dalam rangkaian Kemah Ekoteologi di Banyu Langit, Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Senin (19/10/2026). Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus upaya mengimplementasikan nilai-nilai keagamaan melalui aksi nyata.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran, Farid Wajedi, Ketua IPARI Provinsi Lampung, Ketua IPARI Kabupaten Pesawaran, serta para kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Pesawaran.
Pelepasan benih ikan menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang bertujuan menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam dan kelestarian ekosistem perairan. Melalui kegiatan ini, para penyuluh agama diharapkan dapat menjadi penggerak kepedulian lingkungan di tengah masyarakat.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran, Farid Wajedi, menekankan pentingnya menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai agama.
“Menjaga kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan Kemah Ekoteologi ini, kita berharap para penyuluh agama dapat menjadi teladan dan mengajak masyarakat merawat alam sebagai bentuk pengamalan nilai-nilai agama,” demikian pesan yang dapat disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Ekoteologi merupakan pendekatan yang menghubungkan nilai-nilai keagamaan dengan upaya pelestarian lingkungan hidup. Melalui pendekatan ini, pesan keagamaan tidak hanya disampaikan melalui ceramah dan pembinaan, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi alam dan kehidupan masyarakat.
Pelepasan benih ikan juga diharapkan dapat mendukung keberlangsungan ekosistem perairan. Pelaksanaannya perlu memperhatikan kesesuaian jenis ikan, kondisi habitat, serta keseimbangan lingkungan agar memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Keterlibatan jajaran Kementerian Agama, pengurus IPARI Provinsi Lampung, pengurus IPARI Kabupaten Pesawaran, dan para kepala KUA menunjukkan dukungan terhadap penguatan peran penyuluh agama dalam mengintegrasikan pembinaan keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui Kemah Ekoteologi, IPARI Kabupaten Pesawaran diharapkan terus mendorong penyuluh agama untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga alam sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan pengamalan ajaran agama.
Dengan demikian, semangat ekoteologi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan demi keberlangsungan hidup generasi mendatang. (Violien/Bagus)