Tanggamus, Kemenag (Humas) -- Piala bukanlah garis akhir, melainkan awal dari perjuangan yang lebih besar. Semangat itulah yang mewarnai penyerahan piala, piagam, sertifikat, dan uang pembinaan kepada para pemenang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Kabupaten Tanggamus Tahun 2026, yang berlangsung di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus, Rabu (16/9/2026). Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras dan prestasi peserta didik madrasah sekaligus momentum untuk menyiapkan generasi terbaik menuju kompetisi tingkat yang lebih tinggi.
Dalam laporan Ketua Panitia, Musannip, disampaikan bahwa OMI Tingkat Kabupaten Tanggamus telah dilaksanakan pada 7–9 September 2026 di MA Mathla’ul Anwar Gisting. Kompetisi diikuti 569 peserta didik dari jenjang MI, MTs, dan MA dengan berbagai bidang lomba, yakni Matematika dan IPAS untuk MI; Matematika, IPA, dan IPS untuk MTs; serta Matematika, Biologi, Fisika, Ekonomi, Kimia, dan Geografi untuk MA. Ajang tersebut menjadi ruang bagi peserta didik untuk menunjukkan kemampuan akademik sekaligus membangun karakter kompetitif dan sportif.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, sebanyak 33 peserta berhasil meraih Juara 1, 2, dan 3 tingkat Kabupaten Tanggamus dan selanjutnya dipersiapkan untuk mewakili daerah pada OMI Tingkat Provinsi. Selain itu, peserta yang meraih Juara Harapan 1 dan Harapan 2 turut memperoleh penghargaan berupa trofi dan piagam. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus Mahmuddin Aris Rayusman menyampaikan bahwa penghargaan yang diberikan bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga dorongan agar para juara terus belajar dan mempersiapkan diri menghadapi persaingan di tingkat provinsi hingga nasional.
“Juara boleh, sombong jangan. Berprestasi harus, tetapi tetap rendah hati,” pesan Mahmuddin kepada para juara. Ia juga mengingatkan bahwa kecerdasan harus berjalan beriringan dengan akhlak dan integritas. Kepada para kepala madrasah dan guru pembimbing, ia menyampaikan apresiasi atas dedikasi dalam membina peserta didik. OMI 2026 di Tanggamus pun bukan hanya tentang siapa yang membawa pulang piala, tetapi tentang bagaimana prestasi hari ini menjadi pijakan untuk melahirkan generasi madrasah yang cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, dan terus berprestasi. (Frans)