Tanggamus Kemenag (Humas) --- Suasana Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Bidang Pendidikan Madrasah Kabupaten Tanggamus Tahun 2026 mendadak hening ketika Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Zulkarnain, menyampaikan pesan yang menyentuh hati para guru dan kepala madrasah. Di hadapan ratusan peserta, ia mengingatkan bahwa setiap anak memiliki masa depan besar yang tidak boleh dipandang sebelah mata. "Jangan pernah pilih kasih kepada anak didik kita karena kita tidak pernah tahu bagaimana masa depan mereka," tegasnya saat membuka Rakorda di Aula Serumpun Padi Kabupaten Tanggamus, Rabu (13/5/2026).
Pesan tersebut langsung menyita perhatian peserta Rakorda. Tidak sedikit guru yang tampak terdiam dan mengangguk ketika Kakanwil menekankan bahwa pendidikan madrasah bukan hanya soal nilai dan hasil akhir, melainkan tentang proses membentuk karakter setiap hari. Menurutnya, guru madrasah harus mampu menghadirkan pembelajaran yang menyeluruh, penuh kasih sayang, serta memperlakukan seluruh peserta didik secara istimewa tanpa membedakan latar belakang mereka.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Herry Setiawan, memaparkan kekuatan besar madrasah di Kabupaten Tanggamus. Saat ini terdapat 143 madrasah dengan lebih dari 23 ribu siswa dan 1.683 guru yang menjadi ujung tombak pendidikan keagamaan di daerah tersebut. Ia juga menegaskan pentingnya penguatan data pendidikan, pengelolaan Simpatika, kurikulum, hingga komunikasi aktif antara madrasah dan Seksi Pendidikan Madrasah agar seluruh program berjalan maksimal.
Rakorda Penmad 2026 ini turut dihadiri Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi Lampung Yan Maradonna, Kasubbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus Mardanus, Kasi Pendidikan Madrasah Musannip, Kasi PAPKI Muhamad Hasan Basri, Kasi Bimas Islam Saiful Arfan, Ketua Pokjawas Kabupaten Tanggamus, serta para Ketua Tim Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Lampung di antaranya Roswidan, Alamsyah, Rika Erasanti, dan M. Zulfadli Baijuri, serta Laksmi Holifah atau yang mewakili. Kehadiran para pejabat dan tim pendidikan tersebut semakin menegaskan keseriusan Kementerian Agama dalam memperkuat kualitas madrasah di Kabupaten Tanggamus.
Tak hanya itu, Tanggamus juga disebut menjadi salah satu daerah yang berhasil mencuri perhatian dalam program pembangunan madrasah nasional. Herry mengungkapkan bahwa Kabupaten Tanggamus telah memperoleh empat Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang menjadi bagian dari program prioritas Presiden Republik Indonesia hingga tahun 2030. Bahkan, untuk rehabilitasi berat madrasah, anggaran yang digelontorkan dapat mencapai Rp1,5 miliar per lembaga.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus, Mahmuddin Aris Rayusman, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas perhatian besar Kanwil Kemenag Provinsi Lampung terhadap perkembangan madrasah di Kabupaten Tanggamus. Ia berharap Rakorda ini menjadi energi baru untuk melahirkan madrasah yang semakin unggul, modern, ramah anak, serta mampu mencetak generasi masa depan yang berprestasi dan berakhlakul karimah.
Rakorda Penmad 2026 ini bukan sekadar rapat biasa. Dari Tanggamus, muncul pesan kuat yang menggugah hati para pendidik: setiap anak adalah harapan dan setiap madrasah adalah masa depan. Ketika pendidikan dibangun dengan cinta, keadilan, dan ketulusan, madrasah akan terus menjadi cahaya bagi lahirnya generasi hebat Indonesia. (Frans)