Tanggamus Kemenag (Humas) --
Dalam rangka memperingati Hari Santri 2024, Kantor Kementerian Agama (Kemenag)
Kabupaten Tanggamus menggelar syukuran yang dimulai dengan doa bersama. Acara
yang berlangsung dalam suasana penuh khidmat ini dipimpin oleh Surana, S.Pd.I,
dihadiri oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenag
Tanggamus. Melalui doa bersama ini, para peserta berharap agar perjuangan dan
semangat juang para santri terus menginspirasi dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah rangkaian doa, acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Kepala Kemenag Tanggamus, Dr. H. Mahmuddin Aris Rayusman, M.Pd.I. Dalam momen yang penuh makna ini, beliau secara simbolis menyerahkan potongan tumpeng pertama kepada Kasi Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (PAPKI), H. Muhammad Hasan Basri, S.Ag., M.Pd. Pemotongan tumpeng ini tidak hanya menjadi simbol rasa syukur, tetapi juga penghormatan terhadap kontribusi dan perjuangan santri di Indonesia.
Acara syukuran ini juga dihadiri
oleh Kasubbag TU, H. Mardanus, S.Ag., M.M., serta para Kepala Seksi (Kasi) dan
segenap pegawai Kemenag Tanggamus. Kehadiran berbagai elemen dalam kegiatan ini
menunjukkan komitmen dan semangat kolektif untuk merayakan Hari Santri dengan
penuh rasa syukur dan kebersamaan.
Dalam sambutannya, Dr. H. Mahmuddin Aris Rayusman mengajak seluruh ASN untuk meneladani semangat juang para santri, yang telah berkontribusi besar dalam pembangunan bangsa. "Hari Santri bukan sekadar peringatan, tetapi juga pengingat bagi kita semua untuk terus berjuang dan mengabdi kepada masyarakat," ujarnya.
Acara syukuran ini berlangsung
dengan penuh keakraban, memperkuat tali silaturahmi antara pegawai di Kemenag
Tanggamus. Momen ini menjadi kesempatan untuk saling mengenal dan berbagi
harapan demi kemajuan lembaga dan masyarakat secara keseluruhan.
Dengan suasana yang hangat dan penuh semangat, syukuran Hari Santri 2024 di Kemenag Tanggamus sukses dilaksanakan. Semua peserta tampak antusias dan berkomitmen untuk meneruskan nilai-nilai perjuangan dan kebersamaan yang diusung oleh para santri dalam kehidupan sehari-hari. (Frans/Mela Basyar)