Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Eni Gustina Resmi Dikukuhkan sebagai Bunda Inklusi Kemenag Tuba pada Rakerwil Kemenag Lampung 2026

Rabu, 11 Februari 2026 Humas Tulang Bawang
Eni Gustina Resmi Dikukuhkan sebagai Bunda Inklusi Kemenag Tuba pada Rakerwil Kemenag Lampung 2026
Humas Tulang Bawang
Humas Tulang Bawang

Tulang Bawang, Kemenag (Humas) – Eni Gustina resmi dikukuhkan sebagai Bunda Inklusi Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang dalam sebuah prosesi khidmat yang digelar di Ballroom Swiss-Belhotel Bandar Lampung, Rabu (11/02/2026)

Pengukuhan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan pengukuhan para Bunda Inklusi Kemenag Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Kementerian Agama Provinsi Lampung Tahun 2026.

Suasana sakral menyelimuti prosesi saat Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Ny. Siti Aisyah Zulkarnain, secara langsung menyematkan selempang bertuliskan “Bunda Inklusi” kepada Eni Gustina. Penyematan tersebut menjadi simbol kepercayaan sekaligus amanah besar untuk memperjuangkan nilai-nilai inklusivitas di lingkungan Kementerian Agama, khususnya di Kab. Tulang Bawang


Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan momentum penting dalam meneguhkan komitmen bersama untuk menghadirkan pelayanan keagamaan yang setara, ramah, dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang, kondisi fisik, maupun status sosial. Melalui peran Bunda Inklusi, Kemenag berupaya memperkuat gerakan sosial yang berpihak pada kelompok rentan, seperti penyandang disabilitas, lansia, perempuan, dan anak-anak.

Dalam perannya yang baru, Eni Gustina akan menjadi garda terdepan dalam memastikan program-program Kementerian Agama di Kabupaten Tulang Bawang semakin inklusif dan berkeadilan. Kehadiran Bunda Inklusi diharapkan mampu mendorong terciptanya ruang pelayanan publik yang lebih ramah dan responsif terhadap kebutuhan semua kalangan, serta menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya menghargai perbedaan.

Langkah ini sejalan dengan tema besar Rakerwil Kemenag Lampung Tahun 2026, yaitu “Mempersiapkan Umat Masa Depan”. Tema tersebut menekankan pentingnya membangun masyarakat yang kuat, berdaya, dan saling mendukung, dengan memastikan bahwa tidak ada satu pun kelompok yang tertinggal dalam proses pembangunan keagamaan dan sosial.

Melalui pengukuhan ini, diharapkan peran Bunda Inklusi dapat menjadi motor penggerak dalam menguatkan nilai kepedulian, empati, dan kesetaraan di tengah masyarakat. Selain itu, peran strategis ini juga diharapkan mampu memperluas jangkauan program-program Kemenag agar lebih menyentuh kelompok yang selama ini membutuhkan perhatian khusus.


Editor: Abdul Aziz