Way Kanan, Kemenag (Humas) -- Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan, Masir Ibrahim, turut serta dalam apel pagi yang diadakan di Lapangan Pemerintah Daerah Way Kanan, pada Jumat (11/10/2024). Acara ini dilanjutkan dengan Kirab Koin dan pelepasan Mobil Bakti Santri. Kegiatan ini diselenggarakan untuk memperingati Hari Santri Nasional.
Dalam apel yang khidmat tersebut, hadir juga Sekretaris Daerah Way Kanan Saipul, beserta jajaran pemerintah daerah, Kepala Seksi PAPKI, serta perwakilan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP), Ketua MUI, Ketua PCNU, Ketua Muhammadiyah, dan Ketua Ansor Way Kanan.
Sekda dan Kakankemenag Way Kanan berpartisipasi dengan memasukkan sumbangan mereka ke dalam kotak Koin Bakti Santri, yang didedikasikan untuk para guru ngaji. Aksi ini menunjukkan dukungan nyata mereka bagi guru-guru ngaji di Way Kanan yang telah berjasa dalam mengajar dan mendidik generasi muda.
Kakankemenag menyampaikan, “Kegiatan ini sangat penting sebagai wujud nyata dari rasa cinta terhadap tanah air, terutama dalam menghargai jasa para santri dan guru ngaji yang telah mendidik anak-anak kita.” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Hari Santri Nasional merupakan momen yang tepat untuk mengingat peran santri dalam memperjuangkan kemerdekaan dan menjaga persatuan bangsa.
Ismail Fahmi, Kepala Seksi PAPKI, juga memberikan tanggapan positif. Ia menyatakan bahwa peringatan ini tidak hanya menjadi ajang untuk mengenang jasa santri di masa lalu, tetapi juga sebagai dorongan bagi generasi muda agar terus berkontribusi bagi bangsa. "Semoga kegiatan seperti ini semakin menguatkan semangat kebangsaan dan cinta tanah air di kalangan santri," ucapnya.
Usai apel, acara dilanjutkan dengan pelepasan Mobil Bakti Santri yang akan digunakan dalam Kirab Koin, sebuah kegiatan amal yang bertujuan mengumpulkan dana untuk mendukung para guru ngaji di Way Kanan. Mobil tersebut diberangkatkan dengan penuh semangat oleh para peserta apel, yang berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam memperkuat pendidikan agama di daerah tersebut.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat semakin menghargai peran penting santri dan guru ngaji serta terinspirasi untuk turut serta dalam aksi-aksi sosial yang bermanfaat bagi sesama. (Fit/Hand)
Editor : Fadilah