Way Kanan, Kemenag (Humas) - - Jajaran Penghulu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan Formasi Tahun 2025 mengikuti kegiatan Pembinaan Penghulu yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia secara daring melalui zoom meeting dari Aula Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Blambangan Umpu, Senin (6/7/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Way Kanan Joko Susanto, Kepala KUA Blambangan Umpu, serta jajaran staf Seksi Bimbingan Masyarakat Islam. Pembinaan ini bertujuan meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan integritas penghulu dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat.
Sebelum kegiatan dimulai, Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Way Kanan, Joko Susanto, yang mewakili Kepala Kantor Kemenag Way Kanan, memberikan arahan kepada para peserta. Ia menegaskan bahwa penghulu memiliki tanggung jawab yang besar karena menjadi ujung tombak pelayanan Kementerian Agama di tengah masyarakat, khususnya dalam pelayanan nikah.
"Penghulu harus selalu siap, baik dari segi penampilan maupun mental dalam menjalankan tugas. Laksanakan amanah dengan penuh integritas, patuhi setiap prosedur, serta hindari segala bentuk kelalaian yang berpotensi menimbulkan pengaduan dari masyarakat," ujar Joko.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga sikap bijaksana di tengah keberagaman budaya masyarakat.
"Di mana pun bertugas, junjung tinggi adat istiadat dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dengan menghormati budaya yang ada tanpa mengesampingkan aturan, penghulu akan lebih mudah diterima dan mampu memberikan pelayanan yang humanis," tambahnya.
Selanjutnya, kegiatan pembinaan secara resmi dibuka oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Abu Rokhmad. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa profesi penghulu merupakan jabatan fungsional yang memiliki tanggung jawab istimewa karena berkaitan langsung dengan urusan dunia sekaligus nilai-nilai keagamaan.
"Tidak ada jabatan fungsional yang kewenangannya menyentuh urusan dunia dan akhirat seperti penghulu. Tugas penghulu bukan hanya berkaitan dengan administrasi pernikahan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membimbing kehidupan keagamaan masyarakat," tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh penghulu untuk senantiasa menjaga kehormatan profesi dan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.
"Sebagai penghulu, saudara harus bangga menjaga marwah dan martabat profesi. Jalankan amanah dengan penuh integritas, profesionalisme, dan jadilah teladan dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat," pesannya.
Melalui kegiatan pembinaan ini diharapkan para penghulu semakin profesional, berintegritas, serta mampu memberikan pelayanan yang berkualitas, humanis, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga kehadiran Kementerian Agama semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (Humas)