Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Usung Konsep Ekoteologi, Kemenag Way Kanan Matangkan Rapat Persiapan Baksos dan Pelepasan Peserta Jamnas XII

Kamis, 30 Juli 2026 Humas Way Kanan Editor: Anggithya
Usung Konsep Ekoteologi, Kemenag Way Kanan Matangkan Rapat Persiapan Baksos dan Pelepasan Peserta Jamnas XII
Humas Way Kanan
Humas Way Kanan
Foto: Dhany Erlangga

Way Kanan, Kemenag (Humas) -- Kantor Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan menggelar rapat koordinasi guna mematangkan persiapan bakti sosial pembangunan Taman Kerukunan Ekoteologi sekaligus pelepasan peserta Jambore Nasional (Jamnas) XII, Kamis (30/7/2026), di Aula KUA Blambangan Umpu. Kegiatan ini merupakan bagian dari realisasi aksi perubahan yang digagas langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan, Masir Ibrahim, dalam mendukung Program Prioritas Kementerian Agama di bidang Ekoteologi.

Rapat dipimpin oleh Kepala Subbagian Tata Usaha, Joko Susanto, didampingi Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Hayamudin. Turut hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Way Kanan, Suwarno dan Tumpuk, serta staf  Kemenag Way Kanan yang telah ditugaskan. Dalam forum tersebut, peserta membahas berbagai persiapan teknis pelaksanaan bakti sosial serta pelepasan peserta Jamnas nantinya.

Melalui bakti sosial ini, Kemenag Way Kanan berkomitmen membumikan konsep Ekoteologi, yaitu kepedulian terhadap lingkungan yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan. Program tersebut akan diwujudkan melalui penanaman berbagai jenis pohon dan tanaman buah-buahan di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan. Ke depan, kawasan tersebut dirancang menjadi Taman Kerukunan Ekoteologi, yakni ruang edukasi lingkungan, pusat pembelajaran kerukunan umat beragama, serta sarana interaksi bagi masyarakat dan generasi muda.

Dalam kesempatan itu, Joko Susanto menyampaikan pesan Kepala Kantor Kemenag Way Kanan terkait harapan besar terhadap keberadaan Taman Kerukunan Ekoteologi. "Gagasan Taman Kerukunan Ekoteologi ini merupakan inisiasi langsung Bapak Kepala Kantor Kemenag Way Kanan sebagai wujud implementasi Ekoteologi di daerah. Ia berharap taman ini tidak hanya menjadi ruang hijau, tetapi juga menjadi pusat edukasi bagi masyarakat, siswa-siswi madrasah, serta tempat berlangsungnya kegiatan dan dialog lintas umat beragama. Selain memberikan pemahaman tentang Ekoteologi, kawasan ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran kerukunan yang mencerminkan miniatur Indonesia dalam keberagamannya," ujar Joko.

Lebih lanjut, Joko optimistis program tersebut dapat terwujud melalui kolaborasi berbagai pihak, meskipun membutuhkan proses dan kerja bersama yang tidak mudah. "Jika dapat terwujud sesuai harapan, taman ini berpotensi menjadi salah satu inovasi unggulan Kementerian Agama. Tentu bukan pekerjaan yang mudah, namun dengan dukungan Seksi Pendidikan Madrasah, seluruh madrasah, serta sahabat-sahabat Pramuka di Way Kanan, kami yakin program ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat," tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Way Kanan, Hayamudin, menyampaikan dukungannya terhadap realisasi Taman Kerukunan Ekoteologi sebagai program yang mengintegrasikan kepedulian lingkungan dengan nilai-nilai keagamaan dan kerukunan. "Taman Kerukunan Ekoteologi bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi juga menanam nilai-nilai kepedulian, kebersamaan, dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Kami optimistis program ini akan menjadi contoh kolaborasi yang baik dan membawa dampak positif bagi masyarakat serta generasi mendatang," ujar Hayamudin.


Selain membahas pelaksanaan bakti sosial, rapat juga memantapkan persiapan pelepasan siswa-siswi madrasah yang akan mewakili Kabupaten Way Kanan pada ajang Jambore Nasional XII di Jakarta. Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan menegaskan dukungannya terhadap kegiatan kepramukaan sebagai sarana pembentukan karakter, kepemimpinan, kedisiplinan, kepedulian sosial, serta kecintaan terhadap lingkungan bagi generasi muda.

Melalui kolaborasi antara Kementerian Agama, dan Gerakan Pramuka, diharapkan pelaksanaan bakti sosial Taman Kerukunan Ekoteologi maupun partisipasi peserta Jamnas XII dapat berjalan sukses serta memberikan kontribusi nyata bagi penguatan karakter, kerukunan, dan kepedulian lingkungan di Kabupaten Way Kanan. (Humas)