Lampung Tengah, Kemenag (Humas) — Interaksi langsung dengan masyarakat menjadi salah satu cara penting untuk memahami keberagaman agama dan budaya di Indonesia. Hal tersebut tercermin dalam kunjungan mahasiswa Universitas Lampung (Unila) kepada Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Lampung Tengah, I Ketut Ginada, S.Pd., S.H., di Bandar Jaya Timur, Kecamatan Terbanggi Besar, Jumat (23/10/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka pengumpulan informasi dan observasi mengenai kehidupan beragama, tradisi budaya, serta dinamika sosial masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh gambaran nyata tentang bagaimana nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal hidup berdampingan dalam masyarakat yang beragam.
Dalam kesempatan tersebut, I Ketut Ginada memberikan penjelasan mengenai kehidupan umat Hindu di wilayah binaannya, mulai dari pelaksanaan kegiatan keagamaan, pelestarian tradisi dan budaya, hingga peran penyuluh agama dalam memberikan pembinaan kepada umat. Penjelasan tersebut menjadi bagian dari proses pertukaran pengetahuan antara dunia akademik dan praktisi pembinaan keagamaan di tengah masyarakat.
Menurut I Ketut Ginada, observasi lapangan memberikan pengalaman pembelajaran yang penting bagi mahasiswa karena memungkinkan mereka melihat secara langsung praktik kehidupan beragama, bukan hanya mempelajarinya melalui teori di ruang perkuliahan.
“Agama dan budaya merupakan dua aspek yang saling berkaitan dalam kehidupan masyarakat. Melalui observasi langsung, mahasiswa dapat memahami bagaimana nilai-nilai keagamaan, tradisi, dan kearifan lokal diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengalaman ini diharapkan menumbuhkan pemahaman yang lebih mendalam tentang keberagaman serta pentingnya saling menghormati,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan semacam ini menjadi peluang untuk memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan penyuluh agama dalam membangun pemahaman yang inklusif mengenai kehidupan sosial, keagamaan, dan kebudayaan.
“Kami menyambut baik kunjungan mahasiswa Universitas Lampung sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pertukaran pengetahuan. Semoga informasi yang diperoleh dapat menjadi bahan kajian akademik yang bermanfaat sekaligus memperkuat sikap toleransi dan penghargaan terhadap keberagaman agama dan budaya di Indonesia,” tambahnya.
Kegiatan observasi ini juga menunjukkan pentingnya keterlibatan penyuluh agama dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat akademik mengenai praktik kehidupan beragama di tingkat lokal. Penyuluh tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan umat, tetapi juga berperan dalam menyampaikan nilai-nilai keagamaan yang mendorong terciptanya kehidupan sosial yang harmonis.
Pemahaman terhadap keberagaman membutuhkan keterbukaan, dialog, dan pengalaman berinteraksi secara langsung dengan masyarakat. Dengan mengenali tradisi dan praktik keagamaan yang berkembang di lingkungan setempat, mahasiswa diharapkan mampu melihat perbedaan sebagai bagian dari kekayaan bangsa yang perlu dihargai dan dijaga bersama.
Melalui kunjungan tersebut, diharapkan terjalin hubungan yang semakin baik antara Universitas Lampung dan para penyuluh agama di Kabupaten Lampung Tengah. Kolaborasi semacam ini dapat mendukung pengembangan wawasan akademik sekaligus memperkuat moderasi beragama, pelestarian budaya, dan penghormatan terhadap kearifan lokal.
Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Lampung Tengah terus berkomitmen menjalankan fungsi edukasi dan pembinaan keagamaan serta mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang rukun, damai, dan saling menghargai. Upaya ini sejalan dengan semangat Kemenag Berdampak, yakni menghadirkan pelayanan keagamaan yang humanis, inklusif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Humas Lampung Tengah