Lampung Tengah, Kemenag (Humas) — Memasuki masa purna bakti merupakan bagian dari perjalanan kedinasan yang perlu dipersiapkan secara matang. Bukan hanya dari sisi administrasi, tetapi juga kesiapan mental, pengelolaan keuangan, serta rencana aktivitas setelah tidak lagi menjalankan tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
Untuk memperkuat kesiapan tersebut, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah mengikuti Sosialisasi Persiapan Menjelang Masa Purna Bakti Kementerian Agama RI secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (1/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kemenag Lampung Tengah tersebut diikuti Kepala Subbagian Tata Usaha, H. Khairil Anwar Pohan, S.Ag., M.AP., bersama para ASN Kemenag Lampung Tengah yang akan memasuki masa purna tugas.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai berbagai hal yang perlu dipersiapkan ASN menjelang masa pensiun.
Materi sosialisasi memberikan pemahaman mengenai proses dan penyelesaian administrasi purna bakti, sekaligus membekali peserta dengan perspektif mengenai kesiapan menghadapi perubahan fase kehidupan setelah berakhirnya masa kedinasan.
Dalam arahannya, Khairil Anwar Pohan menekankan agar ASN yang akan memasuki masa purna bakti mempersiapkan diri sejak dini. Menurutnya, masa pensiun hendaknya dipandang sebagai fase baru yang tetap dapat diisi dengan kegiatan positif dan bermanfaat.
“Purna bakti bukan berarti berhenti berkarya. Justru ini merupakan fase baru yang perlu dipersiapkan dengan baik, baik secara administrasi, mental maupun finansial. Apa yang sudah direncanakan sejak sekarang akan membantu kita menjalani masa purna tugas dengan lebih tenang,” arahannya.
Ia juga mengingatkan peserta untuk memastikan seluruh kewajiban administrasi kedinasan diselesaikan sesuai ketentuan. Kesiapan tersebut penting agar proses peralihan status kepegawaian dapat berjalan tertib dan tidak menimbulkan kendala di kemudian hari.
Selain itu, Khairil mendorong para ASN untuk mulai menyusun rencana kegiatan setelah memasuki masa purna bakti. Pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan yang diperoleh selama menjalankan tugas sebagai ASN, menurutnya, tetap dapat menjadi bekal untuk berkontribusi di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
“Selama mengabdi kita telah memperoleh banyak pengalaman dan pengetahuan. Semua itu tetap menjadi bekal setelah purna tugas. Karena itu, mari dipersiapkan dengan baik agar setelah pensiun kita tetap bisa memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat,” lanjutnya.
Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada ASN mengenai proses menuju masa purna bakti. Dengan persiapan yang dilakukan sejak dini, masa transisi diharapkan dapat berlangsung secara tertib, lancar, dan memberikan rasa aman bagi pegawai yang memasuki fase tersebut.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Lampung Tengah mendorong para ASN untuk memandang purna bakti bukan sebagai akhir dari pengabdian, melainkan sebagai tahap kehidupan baru yang dapat dijalani secara produktif, mandiri, dan tetap memberi kontribusi positif di tengah masyarakat.
Humas Lampung Tengah