Lampung Tengah, Kemenag (Humas) — Penguatan koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam membangun pelayanan yang terintegrasi dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Komitmen tersebut tercermin dalam kehadiran Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah, H. Khairil Anwar Pohan, S.Ag., M.AP., pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi (Kelayan Binter) Balai Pemasyarakatan (Bapas), Rabu (21/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Holiday Inn Hotel, Bandar Lampung, tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut program kerja Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi Bapas Metro. Forum ini mempertemukan sejumlah instansi untuk memperkuat koordinasi, membangun kesamaan persepsi, serta mendorong kolaborasi dalam pelaksanaan layanan bimbingan integrasi.
Kehadiran Khairil Anwar Pohan menjadi bentuk dukungan Kemenag Lampung Tengah terhadap upaya memperkuat kerja sama antarlembaga. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memastikan layanan pembinaan dan pendampingan dapat berjalan lebih terarah dengan memperhatikan kebutuhan serta kondisi masyarakat yang menjadi sasaran program.
Dalam kesempatan tersebut, Khairil Anwar Pohan menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan salah satu kunci dalam mewujudkan pelayanan publik yang efektif dan berkelanjutan. Menurutnya, setiap instansi memiliki tugas dan kewenangan masing-masing, tetapi koordinasi yang baik memungkinkan seluruh pihak saling melengkapi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Melalui forum seperti ini, kita dapat memperkuat komunikasi dan menyamakan langkah dalam menjalankan tugas sesuai dengan peran masing-masing. Sinergi antarlembaga sangat penting agar program yang dilaksanakan tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling mendukung dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Kementerian Agama memiliki peran dalam mendukung pembinaan kehidupan beragama dan penguatan nilai-nilai moral di tengah masyarakat. Karena itu, kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan perlu terus dibangun agar pendekatan pembinaan dapat dilakukan secara lebih menyeluruh, dengan tetap memperhatikan tugas dan fungsi setiap lembaga.
FGD tersebut menjadi ruang diskusi untuk memperkuat hubungan kerja antara Bapas Metro dan para pemangku kepentingan yang diundang, termasuk unsur pemerintah daerah dan instansi terkait. Pertukaran pandangan dalam forum ini diharapkan dapat menghasilkan pemahaman bersama mengenai langkah-langkah yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan layanan bimbingan integrasi.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan tersebut, Kemenag Lampung Tengah menegaskan pentingnya keterlibatan aktif dalam membangun kemitraan lintas sektor. Kolaborasi yang terjalin diharapkan tidak berhenti pada forum koordinasi, tetapi berlanjut dalam pelaksanaan program yang terukur dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Upaya ini sejalan dengan semangat Kemenag Berdampak, yakni menghadirkan pelayanan keagamaan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat melalui penguatan sinergi serta kerja sama yang berkelanjutan.
Humas Lampung Tengah