Lampung Tengah, Kemenag (Humas) — Kabupaten Lampung Tengah akan menjadi pusat pelaksanaan Utsawa Dharma Gita (UDG) Tingkat Provinsi Lampung pada 19–20 Desember 2026. Menyambut agenda tersebut, Penyelenggara Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah, Dewa Gede Raka Ananta, S.Ag., M.Pd.H., bersama Penyuluh Agama Hindu Lampung Tengah menghadiri rapat panitia persiapan UDG tingkat provinsi, Jum'at (30/10/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian penting dari tahapan pematangan penyelenggaraan, mengingat kegiatan akan diikuti peserta dari berbagai kabupaten di Provinsi Lampung. UDG dijadwalkan berlangsung di Nuwo Balak, Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah, sehingga kesiapan tuan rumah menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan sejak awal.
Rapat dihadiri anggota DPRD Provinsi Lampung, I Made Suarjaya, selaku pembina, Ketua dan pengurus Lembaga Pengembangan Dharma Gita (LPDG) Provinsi Lampung, Ketua Panitia UDG Tingkat Provinsi Lampung, mahasiswa KMHDI Lampung, serta panitia pelaksana tingkat provinsi.
Pembahasan mencakup koordinasi kepanitiaan, pematangan kebutuhan teknis, serta kesiapan menerima peserta dan pendamping dari berbagai daerah. Perhatian juga diarahkan pada aspek pelayanan selama kegiatan, termasuk kenyamanan peserta dan ketersediaan akomodasi di sekitar lokasi perlombaan.
Dalam arahannya, Dewa Gede Raka Ananta menekankan bahwa keberhasilan penyelenggaraan UDG tidak hanya ditentukan oleh kesiapan panggung dan kelancaran perlombaan. Pengalaman peserta selama berada di lokasi kegiatan juga perlu menjadi perhatian panitia, mulai dari kedatangan, kebutuhan tempat menginap, hingga kenyamanan selama mengikuti seluruh rangkaian acara.
Menurutnya, peserta yang datang dari berbagai kabupaten merupakan bagian penting dari penyelenggaraan UDG. Karena itu, panitia perlu memastikan setiap kebutuhan mereka mendapat perhatian melalui koordinasi yang baik dan pembagian tugas yang jelas. Pelayanan yang tertata akan menciptakan suasana kompetisi yang kondusif sekaligus memberikan kesan positif bagi seluruh kontingen.
Lebih jauh, UDG memiliki makna yang melampaui kegiatan perlombaan. Utsawa Dharma Gita merupakan wahana pengembangan dan pelestarian tradisi Dharma Gita, yakni seni melantunkan kidung suci yang memuat ajaran serta nilai-nilai Dharma. Tradisi ini menjadi bagian dari kekayaan budaya keagamaan Hindu yang diwariskan dan dipelihara melalui pembelajaran serta praktik antargenerasi.
Dalam konteks pembinaan umat, keberlanjutan Dharma Gita memiliki arti penting, terutama dalam menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap ajaran agama dan warisan tradisi. Melalui kegiatan UDG, kemampuan peserta dapat dikembangkan sekaligus menjadi ruang perjumpaan untuk mempererat persaudaraan umat Hindu di Provinsi Lampung.
Pelaksanaan UDG di Lampung Tengah juga menghadirkan tanggung jawab tersendiri bagi daerah tuan rumah. Kesiapan fasilitas, koordinasi antarpanitia, pengaturan akomodasi, dan pelayanan kepada kontingen perlu dipersiapkan secara terencana agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung tertib. Setiap unsur kepanitiaan diharapkan menjalankan tugas sesuai tanggung jawabnya sehingga pelaksanaan kegiatan tidak hanya berorientasi pada kelancaran acara, tetapi juga kualitas penyelenggaraan.
Dengan waktu persiapan yang tersedia, koordinasi secara berkelanjutan menjadi faktor penting untuk memastikan berbagai kebutuhan dapat dipetakan dan ditindaklanjuti. Sinergi antara LPDG, panitia provinsi, jajaran Kementerian Agama, serta unsur terkait diharapkan mampu memperkuat kesiapan Lampung Tengah dalam menyambut peserta dari seluruh kabupaten di Provinsi Lampung.
UDG Tingkat Provinsi Lampung pada 19–20 Desember 2026 di Nuwo Balak, Gunung Sugih, diharapkan tidak hanya menjadi ajang untuk menampilkan kemampuan dalam bidang Dharma Gita, tetapi juga momentum memperkuat pembinaan generasi Hindu dan menjaga keberlanjutan tradisi keagamaan. Bagi Lampung Tengah, keberhasilan menjadi tuan rumah akan tercermin dari kualitas penyelenggaraan, keramahan pelayanan, serta nilai persaudaraan yang terbangun sepanjang kegiatan.
Humas Lampung Tengah