Jl. H. Muchtar No. 1, Komering Agung, Kecamatan Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung 34161 kemenaglamteng@gmail.com

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Saraswati Bukan Sekadar Ritual, Kemenag Lamteng Tekankan Pentingnya Ilmu dan Karakter

Minggu, 01 November 2026 • Humas Lampung Tengah •Editor: Aziz
Saraswati Bukan Sekadar Ritual, Kemenag Lamteng Tekankan Pentingnya Ilmu dan Karakter
Humas Lampung Tengah
Humas Lampung Tengah
Foto: Ria

Lampung Tengah, Kemenag (Humas) — Ilmu pengetahuan tidak hanya menjadi bekal untuk meraih keberhasilan akademik, tetapi juga harus membentuk kebijaksanaan dan tanggung jawab dalam kehidupan. Nilai tersebut menjadi pesan utama dalam persembahyangan bersama memperingati Hari Raya Suci Saraswati di SMA Tunas Bangsa, Jalan Raya Terusan Makmur SP. 2, Kampung Mataram Udik (Way Terusan), Kecamatan Bandar Mataram, Kabupaten Lampung Tengah, Sabtu (31/10/2026).

Penyelenggara Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah, Dewa Gede Raka Ananta, S.Ag., M.Pd.H., hadir bersama Ketua Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama Hindu, I Ketut Ginada, S.Pd., S.H., serta staf Wayan Agus Bimantara. Kehadiran mereka merupakan bagian dari dukungan Kemenag Lampung Tengah terhadap pembinaan kehidupan keagamaan sekaligus penguatan nilai spiritual di lingkungan pendidikan.

Persembahyangan yang berlangsung bertepatan dengan Saniscara Umanis tersebut diikuti sekitar 100 siswa dan siswi beragama Hindu dari jenjang SMA dan SMP se-Wilayah Way Terusan, Kecamatan Bandar Mataram. Turut hadir Kepala SMA Tunas Bangsa, dewan guru, I Gede Warse, I Gede Suardikayasa, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Way Terusan I Gusti Putu Suwandi, pemangku atau pinandita, serta para siswa yang tergabung dalam kepanitiaan kegiatan.

Hari Raya Saraswati merupakan momentum suci bagi umat Hindu untuk menghormati ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan. Dalam ajaran Hindu, Dewi Saraswati dipuja sebagai manifestasi Tuhan dalam aspek ilmu pengetahuan. Peringatan ini menjadi pengingat bahwa pengetahuan merupakan anugerah yang perlu dihargai, dipelajari, dan digunakan secara bijaksana.

Dalam penyampaian Dharma, I Ketut Ginada mengajak para pelajar memahami bahwa makna Saraswati tidak berhenti pada pelaksanaan persembahyangan. Peringatan tersebut juga perlu menjadi dorongan untuk membangun kesungguhan dalam menuntut ilmu, memperluas wawasan, serta menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menjelaskan bahwa ilmu pengetahuan harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter. Kecerdasan, menurut pesan Dharma yang disampaikan, perlu disertai moralitas, kedisiplinan, kebijaksanaan, dan rasa tanggung jawab. Dengan bekal tersebut, ilmu yang diperoleh tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga dapat digunakan untuk kebaikan bersama.

Bagi kalangan pelajar, nilai tersebut memiliki arti penting karena masa pendidikan merupakan tahap pembentukan pola pikir, sikap, dan kepribadian. Semangat belajar perlu disertai kesadaran untuk menjaga perilaku, menghormati guru, menghargai sesama, serta menggunakan kemampuan yang dimiliki secara bertanggung jawab.

Persembahyangan bersama ini sekaligus menjadi ruang pembinaan spiritual bagi generasi muda Hindu. Melalui kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah, para siswa memperoleh kesempatan untuk memperkuat sraddha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sekaligus memahami hubungan antara nilai keagamaan dan tanggung jawab dalam kehidupan pendidikan.

Kehadiran Penyelenggara Hindu Kemenag Lampung Tengah bersama Ketua Pokjaluh Agama Hindu dan staf juga mempererat hubungan pembinaan antara Kementerian Agama, lembaga pendidikan, tokoh agama, dan umat Hindu di wilayah Way Terusan. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung kehidupan beragama yang harmonis serta memberikan pendampingan kepada generasi muda.

Peringatan Saraswati di SMA Tunas Bangsa pada akhirnya mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak semata-mata ditentukan oleh capaian akademik. Pengetahuan akan memiliki makna lebih luas ketika disertai kebijaksanaan, spiritualitas, dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai dharma.

Melalui momentum suci ini, generasi muda Hindu diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia, serta mampu menjadikan ilmu pengetahuan sebagai bekal untuk membangun kehidupan yang harmonis, damai, dan sejahtera.