Jalan Taman Siswa Nomor.1 Simpang Mesuji, Kecamatan Simpang Pematang

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

KUA

Menanam Cinta, Merawat Bumi: Menilik Aksi Ekoteologi Calon Pengantin Lewat Tanam Pohon

Senin, 02 November 2026 • Humas Mesuji •Editor: Okta
Menanam Cinta, Merawat Bumi: Menilik Aksi Ekoteologi Calon Pengantin Lewat Tanam Pohon
Humas Mesuji
Humas Mesuji
Foto: KUA

Rawajitu Utara, KUA (Humas) – Pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan dalam ikatan suci, melainkan juga membangun tanggung jawab bersama terhadap masa depan, termasuk kelestarian lingkungan tempat tinggal mereka. Semangat inilah yang melandasi kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) inovatif yang digelar di KUA Rawajitu Utara, Kamis (29/10/2026), melalui aksi nyata penanaman pohon berbasis ekoteologi.

Dalam kegiatan ini, para calon pengantin tidak hanya dibekali pemahaman mengenai kesiapan mental dan finansial dalam membangun rumah tangga, tetapi juga diajak untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Ekoteologi sendiri merupakan refleksi teologis yang menghubungkan iman keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Melalui konsep ini, menjaga alam ciptaan Tuhan dipandang sebagai bagian dari ibadah dan manifestasi iman.

Kegiatan Bimbingan Perkawinan tersebut diikuti oleh belasan pasangan calon pengantin. Setelah menerima materi pranikah di dalam ruangan mengenai fondasi keluarga sakinah, para peserta diarahkan ke area terbuka untuk melaksanakan kegiatan simbolis, yakni menanam bibit pohon bersama pasangan masing-masing.

Kepala KUA Rawajitu Utara, Wildan Hartanto, menjelaskan bahwa program ini sengaja dirancang untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini di tingkat keluarga.

"Kami ingin menanamkan prinsip bahwa merawat pernikahan itu sama seperti merawat pohon. Perlu komitmen, perhatian, dan kesabaran agar bisa tumbuh kokoh, berakar kuat, serta memberikan manfaat dan keteduhan bagi sekitarnya. Ini adalah wujud nyata dari teologi yang membumi," ujarnya di sela-sela kegiatan.

Aksi penanaman pohon tersebut disambut dengan antusiasme tinggi oleh para calon pengantin. Bagi para peserta, kegiatan ini memberikan kesan mendalam yang melampaui bimbingan pranikah konvensional. Melalui sebatang pohon yang mereka tanam, terkandung doa dan harapan agar rumah tangga yang kelak dibangun dapat tumbuh subur, tangguh menghadapi badai kehidupan, serta senantiasa membawa keberkahan bagi alam semesta.

Gerakan Bimwin berbasis ekoteologi ini diharapkan dapat terus berlanjut dan diadopsi secara lebih luas. Hal ini menjadi bukti bahwa komitmen suci menuju pelaminan dapat berjalan beriringan dengan komitmen menjaga kelestarian bumi demi generasi masa depan. (Rofi'ah)