H. Musannip : Madrasah Harus Merencanaan Pelaksanaan Pembelajaran Tahun Ajaran Baru 2020/2021

30 Juni 2020, 15:38 WIB

Pringsewu (Humas) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu  yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha H. Musannip, S.Ag.,M.Pd.I  membuka langsung acara “Monitoring Pelaksanaan BOS Tahap 1 Tahun 2020 dan Sosialisasi Persiapan Pelaksanaan Tahun Ajaran Baru 2020/2021 pada Madrasah se-KKMI 3 Pringsewu,”Senin (29/06/2020).

Kegiatan yang bertempat di MIN 3 Pringsewu itu juga di hadiri oleh Kepala Seksi Pendidikan Islam Kemenag Pringsewu, Drs. H. Akhyarullah, M.M., Kepala MIN 3 Pringsewu Nurzaman, S.Ag., M.Pd.I dan diikuti oleh seluruh kepala madrasah dan waka kurikulum se-KKMI 3 Pringsewu.

Setelah membuka kegiatan tersebut, H. Musannip memberikan arahan dalam persiapan menghadapi tahun ajaran baru 2020/2021, beliau menyampaikan “kita harus mempersiapkan perencanaan pembelajaran di saat normal dan covid-19. Jika belum ada perubahan peraturan, maka proses kegiatan pembelajaran akan tetap di lakukan secara daring/online. Namun, jika pemerintah memutuskan bahwa pembelajaran dapat dilaksanakan secara tatap muka, secara otomatis madrasah yang melalui masa transisi ini harus mempunyai persiapan yang matang. Pembelajaran bisa dilakukan dengan  proses shifting dan dipersilahkan kepada madrasah untuk  menentukan seperti apa model shiftingnya yang memenuhi standar protokol kesehatan, tentunya disesuaikan dengan Standar Operasional Prosedur  (SOP)  dalam pelaksanaan pembelajaran kenormalan baru bagi MI pada masa pandemi Covid-19.

“Guru harus membuat mekanisme untuk berkomunikasi dengan orang tua/wali dan siswa untuk penugasan belajar dan perkembangan peserta didik, serta  mampu  memodifikasi pembelajaran yang kreatif jangan sampai membebani anak dengan tugas-tugas tersebut,”jelasnya.

Selain persiapan pelaksanaan tahun ajaran baru tahun 2020/2021, Beliau juga menambahkan terkait pelaksanaan BOS  mulai dari proses perencanaan anggaran, Realisasi, sampai pelaporan sebagai bentuk pertanggungjawaban penggunaan dana. “ Di dalam Juknis BOS Madrasah Kemenag Tahun 2020 tersebut memuat mekanisme dan aturan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada madrasah. Maka, kita gunakan dana BOS sesuai dengan komponen pembiayaan BOS madrasah   untuk meningkatkan akses dan mutu pendidikan madrasah.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Seksi Pendis Kantor Kementerian Agaman Kabupaten Pringsewu Drs. H. Akhyarullah, M.M menambahkan  terkait pelaksanaan BOS dan persiapan tahun ajaran baru 2020/2021.

“Intinya kejujuran dalam melaksanakan tugas adalah salah satu hal yang penting. Laporan pertanggungjawaban disesuaikan dengan Juknis BOS. Untuk semua kegiatan harus ada bukti fisiknya sebagaimana kita ketahui bahwa dana BOS adalah pelaksanaan dana alokasi khusus. Penggunaan dana BOS diupayakan dapat memberikan hasil, pengaruh, dan daya guna untuk mencapai tujuan pendidikan di madrasah”. Disisi lain, terkait persiapan pelaksanaan tahun ajaran baru 2020/2021 beliau menyampaikan bahwa madrasah juga ikut berperan  aktif dalam kegiatan Sekolah Ramah Anak (SRA) dan gerakan literasi. Oleh karena itu, masukkan program-program tersebut di dalam kurikulum sebagai program pemerintah daerah. Dalam menghadapi new normal  kita harus persiapkan dan bila perlu lakukan simulasi,”tambahnya.

Selanjutnya Nurzaman, S.Ag., M.Pd.I selaku kepala MIN 3 Pringsewu menyambut positif arahan-arahan yang diberikan. Beliau menyampaikan ucapan terima kasih  dan  menyetujui pelaksanaan pembelajaran dengan sistem shifting. Sudah saatnya kita sebagai pendidik dan tenaga kependidikan mulai melihat secara lebih serius tentang pergeseran pendidikan yang terjadi saat ini karena situasi normal dan darurat akan berbeda. Hal tersebut akan berdampak tentang apa yang harus dilakukan oleh guru, bagaimana sistem pembelajaran, dan penilaiannya serta bagaimana mengoptimalkan keterlibatan masyarakat dalam pembelajaran, termasuk orang tua. Salah satu strategi menghadapi new normal  ini dengan pembagian shif. “Nanti kita pihak sekolah akan pelajari semua dan diskusikan terkait skema/konsep pembelajaran  yang  akan dilaksanakan  tentunya mengacu pada SOP pelaksanaan pembelajaran kenormalan baru,”tandasnya.

Kebijakan yang diambil pemerintah dalam penerapan sistem shif tepat untuk membuat suasana belajar tetap aman dan nyaman. Sementara di sisi lain harus memperhatikan kedaruratan kesehatan karena bagaimana pun proses pembelajaran harus tetap berlangsung di tengah pandemic Covid-19 ini. (HD/im)

Berita Terkait