Pondok Pesantren di Lampung Utara Persiapkan Proses Belajar Mengajar di Masa Pandemi

30 Juni 2020, 23:01 WIB

Lampung, Kanwil Lampung (Humas) – Plt. Ka. Kanwil Kemenag Provinsi Lampung H. Wasril Purnawan, SE, M.Si bersama Plt. Bupati Lampung Utara H. Budi Utomo, SE, MM, Plt. Ka. Kemenag Kabupaten Lampung Utara H. Erwinto, S.Ag, M.Kom, dan para pimpinan pondok pesantren di Kabupaten Lampung Utara mengikuti rapat sosialisasi yang diadakan secara virtual oleh Kementerian Agama Kabupaten Lampung Utara, Selasa, 30 Juni 2020.

Rapat yang menggunakan aplikasi Telkomsel Cloudx tersebut membahas mengenai Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri (SKB 4 Menteri) Nomor 01/KB/2020, Nomor 516 Tahun 2020, Nomor HK.03.01/menkes/363/2020, Nomor 440-882 Tanggal 15 Juni 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di masa pandemi Covid-19.

Saat memberikan sambutan, Plt. Ka. Kanwil Kemenag Provinsi Lampung H. Wasril Purnawan, SE, M.Si menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kantor Kemenag Kabupaten Lampung Utara yang secara cepat menindaklanjuti SKB Empat Menteri.  

“Tak lupa pula saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Lampung Utara yang telah memberikan dukungan penuh kepada Kemenag Lampung Utara dalam rangka sosialisasi SKB ini,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Wasril juga memberikan arahan terkait peran tokoh agama dalam mendukung program atau aturan yang telah disusun oleh pemerintah.

“Hal ini sehubungan dengan pembelajaran di dunia pondok pesantren yang akan di mulai dalam waktu dekat. Oleh karena itu, kepada seluruh pengasuh pondok perlu saya tegaskan bahwa sebagai tokoh agama dan sebagai umat beragama dalam situasi apapun kita mempunyai peran penting untuk mendukung pemerintah terutama terkait dengan bidang pendidikan yang menjadi persoalan penting di masyarakat saat ini,” ujarnya.

Pada situasi pandemi ini, lanjut Wasril, ada beberapa hal yang perlu dirumuskan bersama. Khususnya di pondok pesantren atau pendidikan keagamaan.

“Kondisi pandemi ini mengharuskan kita untuk menanggalkan ego sektoral, jangan sampai kita sebagai umat beragama hanya melihat persoalan dari perspektif agama saja. Namun seluruh stakeholder juga harus melihat secara menyeluruh, sehingga para pimpinan pondok pesantren sebagai tokoh agama dapat berperan untuk menguatkan pemerintah dalam menghadapi masa-masa sulit seperti sekarang ini,” bebernya.

Wasril menambahkan, peran dogma agama, pendapat, atau fatwa agama sangat membantu pemerintah untuk mengambil tindakan yang mengayomi masyarakat secara menyeluruh.

“Belajar dari regulasi yang telah dikeluarkan, pimpinan pondok harus berada di garda depan untuk memberikan contoh kepada masyarakat umum. Karena ada sebagian atau sekelompok masyarakat yang kadang mempertentangkan protokol kesehatan dengan menggunakan dogma agama,” paparnya.

Masih kata Wasril, pondok pesantren sebagai lembaga tertua di Indonesia memiliki sumbangan besar terhadap peradaban. “Kita harus bisa menjadi contoh terkait protokol kesehatan dengan sikap beragama yang moderat dan mengakomodir segala macam perspekif, termasuk pembelajaran di pondok pesantren yang memperhatikan seluruh protokol kesehatan,” ucapnya.

Selanjutnya Plt. Ka. Kemenag Kabupaten Lampung Utara H. Erwinto, S.Ag, M.Kom menyampaikan hasil pertemuan Kasi pondok pesantren mengenai penerapan SKB Empat Menteri di pondok pesantren. “Ada tiga opsi untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka di pondok. Kita bisa memilih opsi yang sesuai untuk dilakukan di Kabupaten Lampung Utara. Karena masih ada santri yang tidak bermukim di pondok,” jelasnya.

Kemudian Plt. Bupati Lampung Utara H. Budi Utomo, SE, MM mengatakan bahwa Kabupaten Lampung Utara masih berada di zona kuning. “Zona kuning ini berarti kita masih dalam situasi pemantauan atau waspada. Sehingga saya imbau kepada Kepala Kemenag dan seluruh pimpinan pondok pesantren untuk memberikan sosialisasi kepada santri dan masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan yang telah di atur oleh pemerintah,” pesannya. (Okta Kusuma Jatha / Rizki Mubarak)

Berita Terkait